Info Feed

TAHUKAH KAMU: Mitos dan Sejarah Pohon Natal

SayaAjarkan – Hari Natal segera tiba. Meski tahun ini tak ada liburan panjang karena pandemi masih berlangsung, namun kemeriahannya tetap terasa.

Natal sendiri identik dengan  pohon natal yang mulai berdiri di sejumlah lokasi, terutama di pusat perbelanjaan. Sebagian besar umat Nasrani pun memasang di rumahnya. Ini adalah hari raya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, yang tentunya menjadi momen spesial bagi umat Nasrani.

Perayaan natal merupakan tradisi dari kebudayaan Romawi yang kita kenal dengan tradisi hari raya Hanukkah. Kalangan Yahudi Kristen merayakan natal sekaligus hanukkah dengan sebutan “Chrismukkah.”

Bahkan, perayaan ‘Yahudi campur Kristen’ ini sudah terkenal di Jerman sejak tahun 1800an Masehi. Perayaan ini kita kenal dengan istilah “Weihnukkah.”

Jadi banyak yang menyimpulkan, tradisi memasang lampu-lampu, lilin, dan menghias pohon cemara, semuanya bermula dari “hari raya Lampu” (Hanukkah).

Banyak Mitos Berkembang…

Menurut cerita dulu, ada seorang pemimpin gereja dari Jerman bernama Santo Bonifasius. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon ek.

Untuk menghentikan perbuatan itu, dia merobohkan pohon ek tersebut dengan memukulnya. Uniknya tak lama setelah peristiwa itu, di pohon ek yang roboh itu tumbuh sebuah pohon cemara sebagai simbol “hidup yang kekal.”

Mitos yang lainnya adalah saat Martin Luther, (tokoh Reformasi Gereja) sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Ia terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan.

Martin Luther kemudian menebang sebuah pohon Cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah.

Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang ia lihat di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Asal Usul Pohon Natal

Kebiasaan memasang “pohon natal” disebut sebagai “Mistletoe.” Ada kebiasaan berciuman di bawah pohon itu yang merupakan awal acara di malam hari, yang kemudian dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya.

Kegiatan ini sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian  dan kelahiran di musim yang baru.

Jadi kenapa simbol natal adalah pohon cemara? Karena pohon cemara adalah simbol dari sebuah harapan baru yang melambangkan kekuatan dan pengharapan yang kuat. Karakter pohon cemara adalah pohon yang kuat dan tetap berwarna hijau segar. Pohon ini tidak menguning dan tahan dalam cuapa apa saja.

Pohon cemara juga diistilahkan sebagai evergreen. Sebab, pada umumnya di musim salju,  cemara bisa mempertahankan setiap helai daun hijaunya, di mana semua pohon dan tumbuhan harus kehilangan kehijauannya di waktu tersebut.

Pohon natal juga punya julukan pohon terang, di mana kita menghiasinya dengan memasang lampu, bola-bola dan juga boneka.

Sukacita natal yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi pasti berbeda-beda di setiap negara. Trend memasang pohon natal juga selalu berubah setiap tahunnya.

Nah, bagaimana, seru bukan membahas tentang sejarah pohon natal? Happy Early Christmas ya bagi yang merayakan. Tenang, kami tidak akan libur menyuguhkan artikel-artikel seru untuk kamu semua.**(Feb)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x