Info Feed

Polusi Suara: Penyebab, Efek, dan Cara Mengatasinya

Polusi suara. Dok/Shutterstock

SayaAjarkan – Yang namanya polusi tidak melulu berkaitan dengan udara. Tetapi juga bisa dalam hal lain, salah satunya adalah suara. Namun, tidak semua suara bisa dianggap sebagai polusi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kebisingan di atas 65 desibel (dB) sebagai polusi suara. Tepatnya, kebisingan menjadi berbahaya ketika melebihi 75 desibel (dB), dan menyakitkan di atas 120 dB.

Oleh karena itu, tingkat kebisingan direkomendasikan untuk dijaga di bawah 65 dB pada siang hari.

Sementara itu, pada malam hari untuk menjaga kualitas tidur, tingkat kebisingan malam hari tidak boleh lebih dari 30 dB.

Penyebab polusi suara

Ada banyak sumber polusi suara, tetapi berikut ini adalah beberapa yang utama:

Kebisingan lalu lintas
Polusi suara ini menyumbang sebagian besar kebisingan yang mencemari kota-kota besar.

Misalnya, suara klakson mobil yang mampu menghasilkan suara hingga 90 dB dan klakson bus hingga 100 dB.

Kebisingan lalu lintas udara
Ada lebih sedikit pesawat terbang di atas kota daripada jumlah mobil di jalan, tetapi dampaknya lebih besar.

Suara bising satu pesawat bisa menghasilkan suara hingga 130 dB.

Situs konstruksi
Konstruksi gedung, parkir mobil, atau pekerjaan pelapisan ulang jalan dan trotoar, bisa sangat bising di telinga.

Misalnya, bor pneumatik yang digunakan dalam proyek menghasilkan suara 110 dB.

Kehidupan malam
Bar, restoran, dan kafe yang penuh hingga keluar ruangan saat cuaca bagus, dapat menghasilkan suara lebih dari 100 dB. Ini termasuk kebisingan dari pub dan klub.

Hewan
Kebisingan yang dibuat oleh hewan sebetulnya masih dapat diabaikan. Tetapi, tidak demikian dengan anjing yang melolong atau menggonggong terus menerus. Mereka bisa menghasilkan suara sekitar 60-80 dB.

Efek buruk polusi suara

Sepeeri dikutip dari laman Iberdrola, selain merusak pendengaran dengan menyebabkan tinitus atau tuli, suara keras yang terus-menerus dapat merusak kesehatan manusia dalam banyak hal, terutama pada orang yang sangat muda dan sangat tua.

Berikut adalah beberapa yang utama:

Fisik
Agitasi pernapasan, denyut nadi cepat, tekanan darah tinggi, sakit kepala dan, dalam kasus suara yang sangat keras terus-menerus, bisa menyebabkan gastritis, radang usus besar dan bahkan serangan jantung.

Psikologis
Kebisingan dapat menyebabkan serangan stres, kelelahan, depresi, kecemasan dan histeria baik pada manusia maupun hewan.

Terkadang tetangga yang tidak tahu diri dengan menyetel musik keras-keras di malam hari juga bisa menyebabkan polusi suara yang sangat mengganggu.

Jadi, jangan heran jika tetangga semacam ini sekali waktu dilempar galon oleh tetangga lainnya, yang merasa terganggu.

Gangguan tidur dan perilaku
Kebisingan di atas 45 dB membuat kamu tidak bisa tidur atau tidur nyenyak.

Ingatlah bahwa menurut WHO saat tidur malam tidak boleh ada suara lebih dari 30 dB.

Suara keras dapat memiliki efek laten pada perilaku manusia, bisa menyebabkan perilaku agresif dan lekas marah.

Memori dan konsentrasi
Kebisingan dapat mempengaruhi kemampuan orang untuk fokus, yang dapat menyebabkan kinerja yang rendah dari waktu ke waktu.

Hal ini juga buruk untuk memori, sehingga sulit untuk belajar.

Menariknya, telinga manusia membutuhkan istirahat lebih dari 16 jam dalam suasana sepi untuk menebus dua jam paparan suara 100 dB.

Solusi yang bisa dilakukan

Badan-badan internasional seperti WHO setuju bahwa kesadaran akan polusi suara sangat penting untuk mengalahkan musuh yang tidak terlihat ini.

Misalnya, kamu bisa menghindari kegiatan rekreasi yang sangat bising.

Kamu juga bisa pilih alat transportasi alternatif seperti sepeda atau kendaraan listrik, daripada membeli mobil berbahan bakar fosil.

Selain itu, lakukanlah banyak pekerjaan rumah pada waktu yang benar, sehingga setelah malam tiba sudah tidak perlu lagi ada terlalu banyak suara aktvitas.

Di sisi sosial, pemerintah juga dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan manajemen kebisingan yang benar, untuk mengurangi polusi suara.

Misalnya, melindungi area tertentu dari kebisingan, dengan menetapkan peraturan yang mencakup tindakan pencegahan.

Menjatuhkan denda pada seseorang jika menciptakan suara melebihi batas kebisingan juga bisa menjadi salah satu langkahnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x