Info Feed

Tips Survive dari Serangan Hiu yang Mematikan

Serangan Hiu. Dok/New York Post

SayaAjarkan – Kabar baiknya, kita hidup di darat, jadi serangan hiu sangat jarang terjadi, kecuali kalau kita memutuskan untuk mengunjungi rumah mereka.

Ya, laut adalah tempat yang luas dan penuh misteri. Keindahan di dalamnya sungguh tak terbantahkan, meski juga menyimpan sejumlah ancaman, salah satunya adalah serangan para penghuninya. Seperti hiu putih misalnya.

Memang, film-film tentang serangan hiu (yang terbaru adalah Shark Bait) memang suka menyesatkan. Karena hiu sebenarnya tidak suka menyerang orang.

Penelitian dari Universitas Macquarie Sydney menemukan bahwa hiu putih besar menyerang manusia lantaran salah mengira kita sebagai anjing laut atau singa laut.

Menurut peneliti pasca-doktoral dalam sistem sensorik hewan, Dr Laura Ryan, hiu putih besar, hiu banteng, dan hiu macan, adalah yang paling bertanggung jawab atas serangan pada manusia.

Jumlah Serangan Hiu dari Tahun ke Tahun

Mengutip Statisca.com, serangan hiu dari tahun ke tahun di seluruh dunia, sebenarnya cenderung stabil. Tingkat serangan fatal yang dilaporkan pun cenderung menurun dari tahun 2013, meski sempat naik lagi sejak 2020 kemarin.

Untuk detailnya, lihat tabelnya berikut ini:

Tips Menyelamatkan Diri dari Gigitan Hiu yang Mematikan

Nah, kembali ke soal serangan. Saat kita berhadapan dengan makhluk ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan diri, seperti yang disarankan oleh Richard Peirce, seorang penulis, pakar hiu, dan mantan ketua Shark Trust and Shark Conservation Society yang berbasis di Inggris.

Mau tahu apa saja? Sini saya Ajarkan, seperti dikutip dari CNN Travel.

Jangan pura-pura mati
Ya! Ini bukan beruang, tapi hiu. Jika kamu mengalami pertemuan yang agresif dengan salah satu dari mereka, berikan pukulan, tendang dan tusuk di tempat-tempat sensitif. Tapi ingat, hati-hati memilah tujuan pukulan kamu.

“Ada semua pembicaraan tentang meninju hidung hiu. Tidak apa-apa, tapi ingat bahwa tepat di bawah hidung ada mulut,” kata Peirce.

“Ini adalah benda bergerak di dalam air dan kamu juga tidak akan diam, jadi yang tidak ingin kamu lakukan adalah meninju mulut atau di dekat benda itu secara efektif.”

Pierce menyarankan, pilih bagian insang sebagai target siksaan kamu.

“Insang sangat sensitif, dan memberi hiu pukulan di insang bukanlah ide yang buruk.” tambah Pierce.

Apakah kamu membawa sesuatu? Ubah itu menjadi senjata.
“Jika kamu seorang penyelam dengan kamera bawah air, gunakan itu, jika kamu seorang perenang snorkel, sobek snorkel kamu dan gunakan untuk menusuk hiu,” kata Peirce.

Selain itu, jika kamu kepikiran untuk menyelam, hindari berenang sendiri, bawalah orang lain karena hal itu tidak hanya mengurangi kemungkinan serangan, tapi juga bisa membantumu untuk kembali perahu atau pantai jika terserang atau tergigit.

Berlindung dan Perlahan Mundur…

Berlindung
Jika kamu seorang penyelam, cobalah masuk ke posisi di mana hiu tidak bisa mengejar kamu.

“Tetap membelakangi sesuatu seperti terumbu karang, sehingga kamu hanya punya satu arah untuk melihat, dan terlindungi dari serangan belakang. Ini memungkinkan kamu menjaga hiu tetap terlihat di depan, dan mungkin berenang ke puncak karang perlahan-lahan ke tempat perahu kamu berada.”

Perlahan mundur
“Kamu harus mencoba dan menjaga hewan agar tetap terlihat, dan dengan sangat perlahan dan lembut mencoba berenang mundur dan masuk ke air dangkal. Sekali lagi, kamu harus berhati-hati, hiu besar dapat menyerang di kedalaman yang sangat dangkal.” Ucap Pierce.

Sayangnya, kemungkinan untuk melarikan diri tanpa cedera saat hiu besar menyerang sangat kecil. Jadi kamu harus selalu bersiap untuk kemungkinan terburuk.

“Jika hiu putih dalam mode serangan penuh, tidak banyak yang bisa kamu lakukan pada saat itu,” katanya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top