Info Feed

TAHUKAH KAMU: Sejarah Perayaan Ulang Tahun

Selamat ulang tahun. Dok.Birthday Wishes

SayaAjarkan – Ulang tahun. Ada yang menyukai dan menunggunya setiap tahun, ada juga yang memilih menganggapnya sebagai hari biasa. Semuanya tergantung pada personal masing-masing.

Yang pasti, perayaan tersebut ada untuk mengingatkan bahwa usia kita kini telah bertambah. Layaknya Resolusi Tahun Baru, semua doa-doa yang terucap di hari itu diharapkan akan membuat hidup kita jauh lebih menyenangkan dari sebelumnya.

Nah, ngomong-ngomong soal ulang tahun. Kamu pasti sesekali pernah penasaran bukan, dari mana sebenarnya perayaan ini berasal, dan kapan orang-orang mulai merayakannya?

Di kesempatan ini, SayaAjarkan akan membantu kamu menjawabnya. Simak baik-baik ya!

Sejarah Lahirnya Perayaan Ulang Tahun

Untuk mengetahui sejarah lahirnya perayaan ini, SayaAjarkan akan membawa kamu ke Mesir, tepatnya ribuan tahun lalu.

Di masa itu, ketika Firaun mengenakan mahkota kebesarannya, masyarakat lantas mempercayai jika raja Mesir itu telah menjelma menjadi Dewa. Momen itu pun lantas jadi sesuatu yang penting, dan terus dirayakan setiap tahun.

Seiring waktu berganti, perayaan yang awalnya untuk Para raja dan Dewa itu mulai berganti arah. Bangsa Romawi Kuno adalah yang bertanggung jawab atas hal ini, karena mereka memulai tradisi baru, di mana perayaan ulang tahun boleh dilakukan untuk manusia, bahkan untuk rakyat biasa.

Di masa ini, masyarakat melakukan perayaan bersama orang-orang terdekat mereka. Tradisi kado juga mulai lahir dan menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Sayangnya, pada zaman ini, hanya laki-laki saja yang boleh merayakan. Wanita baru mendapatkan gilirannya untuk merayakan ulang tahun saat dunia sudah memasuki abad ke-12.

Lahirnya Kue dan Lilin Utah

Tahukah kamu? Kue ulang tahun pertama kali lahir di Jerman. Penemuan ini terjadi di abad ke-18, setelah perayaan ulang tahun telah menyebar ke hampir seluruh dunia.

Di Jerman, perayaan tampil semenyenangkan dan seramah mungkin bagi anak-anak. Dari situlah, tercipta roti dengan lilin-lilin kecil, beserta dongeng jika keinginan sang pemilik pesta akan terkabul, apabila ia meniup lilin-lilinnya sampai padam.

Mitos terkait lilin itu sendiri lahir dari bangsa Yunani. Mengutip dari Huffington Post, mereka dulu kerap menyuguhkan kue bulan dengan lilin untuk Dewa Artemis.

Tradisi tersebut lantas mengakar turun temurun, dan banyak yang menganggapnya sebagai simbol harapan, atas hari baru yang lebih baik.

Kue ultah yang cantik dan lezat

Hari demi hari, tepatnya saat dunia memasuki masa revolusi industri, roti dengan lilin kemudian dipoles semakin mewah hingga berbentuk kue ulang tahun yang cantik.

Sayangnya, di saat itu, kue ulang tahun masih tertuju pada keluarga kaya raya saja. Ini karena bahan-bahannya masih sangat mahal, dan tak semurah roti dengan lilin yang biasa dipakai.

Belakangan, setelah harga bahan-bahan kue kian terjangkau, kue ulang tahun pun resmi jadi milik semua orang.

Selamat Ulang Tahun

Ada satu lagi unsur yang paling penting saat merayakan ultah, yakni lagu Happy Birthday to You yang selalu jadi pendamping kue, ketika disuguhkan kepada yang sedang merayakan.

Menariknya, Happy Birthday to You bukanlah lirik yang sebenarnya lho. Dulunya lagu ini berjudul Good Morning For All, yang tak lain adalah karangan seniman Patty Hill dan Mildred J di tahun 1893.

Memasuki 1924, salah satu seniman di sana, Robert Coleman mengganti liriknya menjadi Happy Birthday to You, hingga akhirnya menjadi sepopuler sekarang.

Nah, itu tadi sejarah lahirnya perayaan ulang tahun. Bagi yang sedang merayakan atau menunggu hari besar itu di bulan ini, semoga bahagia dan sehat selalu ya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top