Info Feed

TAHUKAH KAMU: Rahasia Steve Jobs Majukan Apple

Steve Jobs. Dok/Pixabay

SayaAjarkan – Banyak yang berpendapat, kesuksesan sebuah perusahaan tak bisa dilepaskan dari gaya kepemimpinan yang diterapkan. Di perusahaan Apple contohnya, kita akan mengenal mendiang Steve Jobs, yang pernah menahkodai perusahaan itu dengan gaya kepemimpinan yang lebih akademis, atau kerap didefinisikan sebagai otokratis.

Sebagai pemimpin, Jobs percaya bahwa dia bertanggung jawab penuh atas keputusan dan arah timnya.

Dia tahu bahwa dialah yang bertanggung jawab, jadi dia tidak merasa perlu bergantung pada kolaborasi dan masukan dari timnya untuk terus maju.

Jobs yakin, pekerjaan akan lebih efisien dan efektif ketika dia membuat semua pilihan.

“Gaya kepemimpinan Steve Jobs adalah otokratis; dia sangat teliti terhadap detail, dan mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang berpikiran sama untuk mengikuti jejaknya,” tulis Richard Branson dalam sebuah artikel untuk The Telegraph.

Mengenal Lebih Dalam Gaya Kepemimpinan Steve Jobs

Steve Jobs sangat menuntut
Kutipan Steve Jobs: “Jadilah tolok ukur kualitas. Karena beberapa orang tidak terbiasa dengan lingkungan, di mana keunggulan jadi syarat.”

Steve Jobs sering ditunjuk sebagai gambaran kepemimpinan yang tangguh, yang sebagian besar mengacu pada harapannya yang sangat tinggi.

Ya! Jobs memang kerap menetapkan standar yang tinggi untuk orang-orang yang bekerja di bawahnya, dan dikenal paling kejam.

Agar Apple unggul, dia tahu bahwa timnya juga harus unggul. Jadi, dia tidak mau berkompromi dengan harapannya, dan karyawan sering harus bekerja berjam-jam, membuang ide sebagai tanggapan atas umpan balik negatifnya, dan mentolerir banyak kritik keras.

Jobs juga sangat tidak sabaran, dan ingin karyawannya segera mengambil tindakan. Dia ingin mereka bekerja keras sekarang, tidak ada yang boleh terlalu lama menunda.

Perfeksionis
Masih dari sumber tersebut, Jobs adalah seorang perfeksionis. Dia ingin semua produksi Apple menghasilkan sesuatu yang sempurna.

Itu berarti, dia terobsesi dengan detail—bahkan detail terkecil sekalipun.

Sebagai contoh, Jobs sempat menyadari bahwa huruf “o” kedua pada logo Google di ikon iPhone tidak memiliki gradien kuning yang tepat, jadi ia segera menugaskan anggota tim untuk menanganinya.

Kisah itu terungkap dari Vic Gundrota, pria di belakang Google+.

Inovatif
Steve Jobs tidak hanya mengubah teknologi—dia mengubah dunia.

Jobs adalah seorang inovator sejati, dan dia memiliki visi yang sangat spesifik untuk masa depan Apple.

Dengan cara ini, dia memiliki beberapa kualitas kepemimpinan transformasional. Intinya, Jobs selalu ingin memperbaiki berbagai hal, daripada menerimanya apa adanya.

Bersemangat dan Menginspirasi

Sangat bersemangat
“Kadang-kadang hidup memukul kepala kamu dengan batu bata. Jangan kehilangan keyakinan. Saya yakin bahwa satu-satunya hal yang membuat saya terus maju adalah karena saya mencintai apa yang saya lakukan. Jadi Kamu harus menemukan apa yang kamu cinta. Dan itu berlaku untuk pekerjaan kamu, seperti halnya untuk kekasih kamu.” Tulis Jobs.

Ucapannya itu mungkin bisa menggambarkan mengapa Jobs begitu terpaku pada pekerjaannya: Dia sangat bersemangat dengan apa yang dia lakukan, dan pekerjaannya selalu sejalan dengan motivasi alaminya.

Jobs sangat percaya pada visi dan misi Apple, dan sangat berkomitmen untuk masa depannya.

Tidak berhenti di situ, dia juga mengharapkan tingkat komitmen dan antusiasme yang sama dari para karyawannya.

Sangat menginspirasi
Kutipan Steve Jobs lainnya: “Miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi kamu. Entah bagaimana caranya, namun mereka tahu apa yang benar-benar kamu inginkan.”

Meskipun bekerja untuk Jobs bukanlah hal yang mudah, banyak mantan karyawan dan pemimpin bisnis yang sukses berbicara tentang fakta bahwa mereka bersyukur telah mengenalnya atau bekerja untuknya.

Mengapa? Terlepas dari harapannya yang kaku dan sikap tegas atau kurang ajar, dia menginspirasi.

Semangatnya untuk pekerjaannya menular, dan orang-orang yang bekerja di bawahnya sering menggambarkannya sebagai momen yang menentukan dalam karier mereka.

Faktanya, dalam sebuah artikel untuk Forbes, mantan asisten eksekutif Jobs mengatakan bahwa Jobs adalah salah satu individu yang paling menginspirasi, yang pernah dia temui atau bekerja sama.

Tentang Steve Jobs

Selain sebagai salah satu pendiri Apple, Steve Jobs yang lahir pada 24 Februari 1955 dikenal sebagai pengusaha Amerika, desainer industri, tokoh bisnis, pemilik media, dan seorang investor.

Jobs meninggal dunia di usia 56 tahun, tepatnya pada 5 Oktober 2011, setelah berjuang melawan komplikasi kanker yang ia derita.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top