Info Feed

Begini Cara Bunga Beradaptasi dengan Perubahan Iklim

Ilustrasi bunga dan perubahan iklim. Dok/Pexels

SayaAjarkan – Tahukah kamu? Sejak iklim dunia berubah, hewan telah beradaptasi dengan memperluas pencariannya ke wilayah baru, dan bahkan mengubah musim kawinnya.

Sekarang, dalam penelitian terbaru, tercatat pula bahwa selama 75 tahun terakhir, bunga juga telah beradaptasi dengan terhadap perubahan iklim. Termasuk kenaikan suhu dan penurunan ozon. Caranya dengan mengubah pigmen ultraviolet (UV) di kelopaknya.

“Pigmen UV bunga tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi mereka menarik penyerbuk dan berfungsi sebagai semacam tabir surya untuk tanaman.” Kata Matthew Koski, seorang ahli ekologi tanaman di Clemson University, seperti dikutip dari Science.org.

Sama seperti radiasi UV yang berbahaya bagi manusia, sinar UV juga dapat merusak serbuk sari bunga.

Itu mengapa, semakin banyak pigmen penyerap UV yang terkandung dalam kelopak, maka semakin sedikit radiasi berbahaya yang bisa mencapai sel-sel sensitif.

Pigmen UV pada bunga

Sebelumnya, Koski dan rekannya menemukan bahwa bunga yang terpapar lebih banyak radiasi UV—biasanya yang tumbuh di tempat yang lebih tinggi atau lebih dekat ke ekuator—memiliki lebih banyak pigmen UV di kelopaknya.

Dia kemudian bertanya-tanya apakah dua faktor yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, kerusakan lapisan ozon dan perubahan suhu, juga mempengaruhi pigmen UV.

Untuk mengetahuinya, Koski dan rekannya kemudian memeriksa koleksi tanaman dari Amerika Utara, Eropa, dan Australia sejak tahun 1941.

Secara keseluruhan, mereka memeriksa 1.238 bunga dari 42 spesies berbeda. Mereka memotret kelopak bunga dari spesies sama, yang dikumpulkan pada waktu berbeda di seluruh rentang alaminya.

Dalam penelitian ini, Koski dan rekannya menggunakan kamera sensitif UV, yang menangkap perubahan pigmen UV. Mereka kemudian mencocokkan perubahan ini dengan data tingkat dan suhu ozon lokal.

Hasilnya, rata-rata pigmen pada bunga di semua lokasi meningkat seiring waktu—rata-rata 2% per tahun dari 1941 hingga 2017. Hasil ini mereka laporkan di Current Biology.

Namun, perubahan bervariasi tergantung pada struktur bunga. Contohnya, pada bunga berbentuk piring dengan serbuk sari terbuka (seperti buttercup), pigmen penyerap UV meningkat saat kadar ozon turun, dan sebaliknya menurun di lokasi di mana ozon naik.

Tapi, bunga dengan serbuk sari yang tersembunyi di kelopaknya, seperti bladderwort biasa, menurunkan pigmen UV-nya saat suhu naik. Ini terlepas dari apakah tingkat ozon berubah.

Penemuan terkait perubahan iklim yang masuk akal

Meski mengejutkan, temuan itu “sangat masuk akal.” Kata Charles Davis, seorang ahli biologi tumbuhan di Universitas Harvard yang tidak terlibat dalam pekerjaan itu.

Serbuk sari yang tersembunyi di dalam kelopak secara alami terlindung dari paparan sinar UV. Tetapi, pelindung ekstra ini juga dapat berfungsi seperti efek rumah kaca, yakni memerangkap panas.

Uniknya, meskipun perubahan pigmen seperti itu mungkin tidak dapat dibedakan oleh mata manusia, mereka menonjol seperti mercusuar bagi penyerbuk seperti burung kolibri dan lebah.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top