Info Feed

Bukan Jadi Spider-Man, Gigitan Laba-laba Ini Malah Bikin Ereksi Berjam-jam

Laba-laba Pengembara Brazil. Dok. Arachipedia Wiki

SayaAjarkan – Peter Parker, sang Spider-Man sekalipun nampaknya akan bergidik ketika berpapasan dengan Laba-laba pengembara Brazil, salah satu yang paling berbahaya di Bumi.

Tidak-main-main, bisa laba-laba yang termasuk dalam genus Phoneutria –yang berarti “pembunuh” dalam bahasa Yunani– konon sangat mematikan bagi manusia, terutama anak-anak.

Reputasi ini kian kuat dengan klaim dari Guinness World Records yang menyebutnya sebagai laba-laba paling berbisa di dunia.

Namun, mendiang Jo-Anne Sewlal, ahli arakhnologi di Universitas Hindia Barat di Trinidad dan Tobago, memiliki pandangan lain terhadap klaim tersebut.

Menurutnya, mengklasifikasikan hewan sebagai mematikan adalah kontroversial, karena jumlah kerusakan bergantung pada jumlah racun yang masuk ke tubuh.

Laba-laba Pengembara Brazil

Laba-laba pengembara Brazil berukuran besar, dengan tubuh mencapai hingga 5 cm dan rentang kaki 18 cm, menurut Natural History Museum di Karlsruhe, Jerman.

Spesies ini memiliki warna yang bervariasi. Meskipun semuanya berbulu dan sebagian besar berwarna cokelat dan abu-abu, beberapa spesies memiliki bintik-bintik berwarna terang di perutnya.

Selain itu, menurut University of Florida, banyak spesies memiliki pita hitam dan kuning atau putih di bagian bawah kedua kaki depan.

Klasifikasi / Taksonomi

Mengutip dari Livescience.com, ada sembilan spesies laba-laba pengembara Brazil, dan semuanya aktif di malam hari.

Berikut kesembilan spesiesnya menurut studi tahun 2021 yang terbit dalam jurnal ZooKeys:

  • Phoneutria bahiensis
  • Phoneutria boliviensis
  • Phoneutria eickstedtae
  • Phoneutria fera
  • Phoneutria keyserlingi
  • Phoneutria nigriventer
  • Phoneutria pertyi
  • Phoneutria reidyi
  • Phoneutria depilata

Menurut sebuah artikel tahun 2008 di jurnal American Entomologist, selain bisa ditemukan di Brazil, beberapa spesies juga dapat ditemukan di seluruh Amerika Tengah dan Selatan, dari Kosta Rika hingga Argentina.

Ereksi Hebat

Racun laba-laba pengembara Brazil adalah campuran racun, protein, dan peptida yang kompleks, menurut Natural History Museum di Karlsruhe, Jerman.

Racunnya mempengaruhi saluran ion dan reseptor kimia dalam sistem neuromuskuler korban, serta meningkatkan oksida nitrat, bahan kimia yang meningkatkan aliran darah.

“Setelah digigit oleh laba-laba ini, korban mungkin mengalami gejala awal seperti rasa sakit yang membakar di lokasi gigitan, berkeringat dan merinding,” kata Sewlal.

Dalam 30 menit, gejala menjadi sistemik, meliputi tekanan darah tinggi atau rendah, detak jantung cepat atau lambat, mual, kram perut, hipotermia, vertigo, penglihatan kabur, kejang, dan keringat berlebih yang berhubungan dengan syok.

Selain rasa sakit yang hebat dan kemungkinan komplikasi medis, gigitan laba-laba pengembara Brazil juga dapat menyebabkan ereksi hingga berjam-jam lamanya, yang tentunya sangat menyakitkan bagi laki-laki.

Saking ampuh efek racunnya terhadap ereksi, beberapa penelitian belakangan telah berhasil menggabungkan racun laba-laba ini ke dalam obat. Tujuannya adalah untuk mengobati disfungsi ereksi.

Hmm, seram bukan? Semoga kita tak pernah berpapasan dengan mereka ya… Amin.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top