Law

Fenomena Pelaku Begal yang Didominasi Usia Remaja

Ilustrasi kekerasan begal

Sayaajarkan – Sudah setahun belakangan masyarakat Indonesia diresahkan dengan kasus pembegalan di jalan raya. Kasus-kasus begal diketahui terjadi di beberapa kota besar di Indonesia.

Dalam melakukan aksinya, para pembegal tergolong nekat. Mereka tak segan-segan melukai korbannya jika sang korban melawan.

Sedihnya lagi, kasus kriminal yang satu ini didominasi oleh para pelaku di usia remaja. Hal ini tentu sangat memprihatinkan bagi kemajuan generasi muda. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Motivasi di Balik Aksi Begal

Menurut salah satu dosen universitas ternama di Pekanbaru, Kasmanto Rinaldi, jika ditelaah dari motivasi offender dan pelakunya yang masih remaja, kebanyakan kasus ini bermula dari jauhnya pengawasan keluarga inti. Banyak remaja yang lebih memilih beraktifitas di luar rumah.

“Mereka diberikan banyak waktu bebas oleh keluarga untuk beraktifitas. Pola interaksi yang seperti ini membuat remaja mudah menemukan kelompok yang intim dengan mereka, sehingga terbentuklah kesepahaman ide, hobi, dan keinginan.” ucap Kasmanto.

”Kalau itu positif tidak masalah, namun bagaimana jika kesepahaman itu mengarah ke hal negatif. Fenomena begal merupakan pengembangan dari model kejahatan jalanan dengan pola pencurian disertai kekerasan di jalan raya”.

Seperti dikutip dari Batok, psikolog dari Yayasan Pulih, Jane L Pietra, yang kerap menangani trauma korban kekerasan, juga percaya ada unsur salah mengartikan maskulinitas yang mendorong terjadinya bullying hingga teror di jalan raya ini.

“Fenomena ini perlu diatasi dari akarnya, yang merupakan citra maskulinitas yang salah. Suatu pendekatan menyeluruh juga diperlukan untuk membuat mereka memahami konsekuensi sebenarnya dari kekerasan dan bagaimana menghormati orang lain,” tegasnya.

KPAI punya anggapan tersendiri mengenai fenomena begal di kalangan remaja. Credit photo:
jrklik.com

Menurut riset KPAI

Menurut hasil riset Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), faktor ekonomi bukanlah alasan utama remaja melakukan tindakan begal atau perampasan. Faktor ekonomi dianggap menjadi faktor sekunder, aksi begal lebih dipicu dari hasrat untuk membuktikan pada orang lain kalau mereka kuat.

Langkah Atasi Begal

Menurut psikolog dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., jeratan hukuman penjara bagi para pelaku yang masih remaja bukanlah suatu tindakan yang tepat.

Akan lebih baik jika para pelaku begal remaja diarahkan pada kegiatan yang positif. Yuniarti juga menambahkan agar orangtua yang memiliki anak remaja lebih memperhatikan dan mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh anak-anaknya.

Selain itu, diperlukan pula bimbingan dari orangtua agar anak-anak remajanya tetap di dalam koridor yang benar.

Sumber:

– http://www.bhataramedia.com/3500/solusi-efektif-penanganan-pelaku-begal-remaja-dari-psikolog-ugm/2015/03/20/
– https://www.goriau.com/berita/baca/kenapa-pelaku-begal-di-pekanbaru-didominasi-para-remaja-ini-kata-pakar-kriminolog.html
– https://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/03/17/nlctxl-kenapa-pelaku-begal-didominasi-remaja

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top