Law

Pandji Pragiwaksono Mengajak Penonton untuk “Lawan”!

Pandji Pragiwaksono

Sayaajarkan“Selama kita masih ngelawan, dia belum menang dan itu cukup untuk sekarang…..lawan…..berjuang.” Begitulah kata-kata penutup yang diucapkan oleh Pandji Pragiwaksono, Komika terkenal Indonesia, dalam video terbaru yang diunggah di Youtube.

Pandji cukup aktif dalam mengunggah video di channel youtubenya. Kontennya beragam dari materi-materi stand-up comedy-nya, vlog, hingga komentar-komentarnya dengan perpolitikan di Indonesia. Bisa dibilang, Ia merupakan sedikit dari komika yang cukup lantang mengutarakan pendapat dan kritis atas perpolitikan di Indonesia.

Video dengan judul “Kamu Kenapa, Indonesia?” berdurasi 28 menit 45 detik, kita bisa melihat sosok Pandji yang sangat concern dengan kondisi yang terjadi di perpolitikan Indonesia. Mimik wajahnya yang biasanya santuy, ini sungguh serius tampak marah cenderung ingin ‘meledak’.

Apa sih yang membuatnya begitu ‘keras’ di video tersebut? Kenapa dia mengajak penontonnya untuk “Lawan”? Sini sayaajarkan.

Pandji Pragiwaksono Kecewa Dengan Perpolitikan di Indonesia

Hal pertama yang terucap oleh Pandji dalam video “Kamu Kenapa, Indonesia?” adalah sebuah kekecewaan terhadap politik yang sering kali gagal untuk memastikan harapan masyarakat tercapai. Secara spesifik, ia sangat kecewa dengan perpolitikan di Indonesia belakangan ini.

Seperti kita tahu, beberapa waktu yang lalu ada dua hal besar yang terjadi dalam kancah politik Indonesia. Yang pertama adalah terpilihnya Moeldoko sebagai ketua Partai Demokrat melalui KLB di Deli Serdang, Sumatra Utara. Kedua adalah pernyataan dan ajakan dari President Jokowi untuk mencintai produk Indonesia dan benci produk asing.

Tentu masih banyak juga beberapa issue yang terjadi di Indonesia mengenai ajakan mengkritik, wacana untuk merevisi UU ITE, serta kasus-kasus korupsi yang terjadi dalam 2-3 bulan kebelakang. Belum lagi berhasilnya putra dan mantu Presiden Jokowi menjadi kepala daerah.

Berikut adalah beberapa poin yang Pandji Pragiwaksono rasa cukup membuat dia ‘prihatin’:

Pandji Pragiwaksono kecewa dalam video unggahannya di Youtube yang berjudul “Kamu kenapa, Indonesia?”. Credit Photo: Youtube Channel Pandji Pragiwaksono

Gabungnya Dua Kubu Yang Dulu Saling Mencalonkan

Prabowo Subianto untuk ke dua kalinya kalah oleh Jokowi dalam Pemilu 2019. Namun, jika dalam periode Jokowi yang pertama Prabowo beserta partainya menjadi oposisi, kini Prabowo adalah bagian dari pemerintah itu sendiri. Ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Dengan begitupun, partainya menjadi koalisi pemerintah.

Belum lagi Cawapres pendamping Prabowo, Sandiaga Uno, ikut masuk di kabinet menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurut Pandji, ini merupakan hal aneh dan juga hanya terjadi di Indonesia.

Putra dan Menantu President Menjabat Sebagai Kepala Daerah

Pemberitaan Pilkada serempak di 2020 lebih banyak menyoroti dua sosok yakni Gibran Rakabumi dan Bobby Nasution. Keduanya adalah putra dan menantu dari Presiden Joko Widodo.

Ini menjadi yang pertama di Indonesia bahwa Putra dan Menantu dari Presiden aktif menjabat menjadi kepala daerah.

Izin Rangkap Jabatan di Pemerintahan Jokowi

Di pemerintahan pertama Presiden Jokowi 2014-2019, Airlangga Hartanto adalah Menteri Perindustrian yang juga merangkap sebagai Ketua Partai Golongan Karya (Golkar). Di periode pemerintahan yang kedua ini, jumlah ketua partai politik yang masuk dalam kabinet menambah.

Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan yang merangkap sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Airlangga Hartanto ditunjuk kembali di kabinet menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Terakhir ada Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, yang juga Ketua Umum PPP.

Hal ini sudah menjadi perdebatan di mana-mana. Menurut Pandji, hal ini tentu bukan hal yang baik karena ini akan mempertanyakan kapasitas sang menteri. Apakah sedang dalam kapasitasnya sebagai menteri atau sebagai ketua partai.

Kepentingan-kepentingan partai inilah yang berbahaya karena menurutnya, partai memiliki kepentingan untuk mendapatkan uang atau proyek sebagai modal kampanye politik.

KLB Partai Demokrat Mengangkat KSP Moeldoko Menjadi Ketua Umum

KLB Partai Demokrat di Deli Serdang yang dilaksanakan pada 5 Maret 2021 mengesahkan Moeldoko menjadi Ketua Umum. Menurut Pandji, masalah internal partai itu bukan masalahnya, yang jadi masalah adalah karena Moeldoko adalah bagian dari kabinet.

Di satu sisi, Partai Demokrat adalah partai oposisi bersama PKS. Jika memang nantinya Moledoko dinyatakan sah sebagai Ketua umum Partai Demokrat secara hukum, maka partai oposisi di parlemen akan hanya ada PKS. Menurutnya, PKS tidak akan memiliki cukup kekuatan untuk melawan pemerintah.

Pandji Pragiwaksono berpendapat bahawa dalam pemerintahan yang baik, butuh adanya check and balance, butuh adanya oposisi yang kuat. Hal yang ditakutkan adalah dengan koalisi ini yang nantinya akan dapat meloloskan apapun yang mereka inginkan.

Pemerintahan Indonesia Ini Sudah Lampu Kuning Cenderung Merah

Menurut Pandji, Pemerintah Indonesia saat ini sudah di lampu kuning cenderung ke merah. Dalam hal ini maksudnya adalah kurang baik cenderung buruk. Pandji tidak menginginkan jika kita baik-baik saja dengan rezim yang terlalu kuat, tidak ada check and balance serta tidak ada yang cukup kuat untuk melawan.

Indonesia pernah berada dalam situasi seperti yang digambarkan di atas pada masa 32 tahun Presiden Soeharto. Jangan sampai, check and balance, kritik, serta melawan pemerintahan menjadi longgar karena kita menyukai sosok presiden yang sekarang.

Kekhawatiran Pandji akan kecilnya atau lemahnya oposisi adalah karena ada wacana untuk 3 periode masa jabatan Presiden. Isunya sudah bergulir beberapa saat yang lalu.

Tidak terlewatkan, Pandji menggeleng-gelengkan kepala dan beberapa kali melakukan face palm saat membahas statement Jokowi dalam menghimbau masyarakat untuk Cinta Produk Indonesia dan Benci produk asing. Bukan mempermasalahkan bahwa dia tidak menangkap esensi yang ingin diutarakan oleh Presiden Jokowi, tetapi seharusnya kata benci tidak dia ucapkan.

Padahal, Jokowi itu menurutnya sosok yang digadang-gadang progresif, yang membuka investasi asing ke Indonesia. Sangat menyayangkan ini terucap dari beliau.

Pandji ingin Indonesia ini menjadi tempat yang baik terutama untuk anaknya kelak. Dia akan sedih jika anaknya tidak bisa menjadi apapun yang mereka mau karena dia gagal menyediakan landasan pacu, yaitu negara bernama Indonesia.

Oleh karena itu melalui powernya, Ia akan menggunakan kapasitasnya untuk bersuara lewat kata-kata. Pandji juga memiliki harapan dan kepercayaan bahwa masyarakat Indonesia juga memiliki peran masing-masing untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Jadi ajakan lawan di sini adalah seruan kepada penonton dan juga masyarakat Indonesia untuk bisa melawan kekuasaan yang melenceng. Jangan sampai negeri yang kita cintai ini berjalan auto-pilot tanpa ada check and balance.

Begitulah pendapat dari Pandji Pragiwasono terkait perpolitikan Indonesia saat ini. Full video bisa kalian check di bawah ini:

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top