Law

eTLE Tidak Bisa Diakali Pengemudi Nakal

elte nasional diterapkan

Sayaajarkan – eTLE (electronic Traffic Law Enforcement) atau yang dikenal dengan istilah e-tilang resmi diberlakukan dibulan Maret 2021 secara nasional. Berbagai daerah terutama kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya bahkan telah menambahkan kamera di sejumlah titik ramai kendaraan.

Tidak hanya kamera stationary yang akan ditempatkan di beberapa titik daerah. Action cam juga akan dipasangkan di help petugas-petugas lalu lintas yang sedang bertugas. E-tilang ini diharapkan akan efektif untuk menilang pengendara yang melanggar hukum berlalulintas yang luput dari pengawasan konvensional.

Walaupun demikian, masyarakat Indonesia itu adalah masyarakat cerdas yang terkadang berani ‘melawan’ hukum. Polisi mengungkap masih ada sejumlah pengendara nakal yang mencoba menutupi kamera tilang elektronik (eTLE). Pengendara menutupi pelat nomor kendaraan agar tidak teridentifikasi kamera saat melakukan pelanggaran lalu lintas.

Lantas apa tindakan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian untuk melawan aksi nakal pengendara ini?

Pengemudi Nakal Menutupi Nopol Kendaraan Dari eTLE

Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro, mengatakan sudah ada beberapa masyarakat yang mencoba untuk menutup kamera dan tetap melakukan pelanggaran. Ia melanjutkan jika pihaknya memiliki strategi untuk mengatasi kendala tersebut. Petugas operator Traffic Management Center (TMC) yang memonitor kamera tilang elektronik nantinya akan menginformasikan ke petugas di lapangan untuk mengejar pengendara tersebut.

“Kami ada fotonya begitu yang bersangkutan menutup kameranya terpantau di kamera kita akan, kan di TMC itu ada operator HT dia menginformasikan kepada petugas di lapangan dan kemudian kita kejar. Ataupun kalau dia melewati persimpangan tertentu yang ada anggotanya kita tangkap,” papar Sambodo.

etle di jakarta
eTLE atau tilang elektronik yang diterapkan di Jl. Soedirman, Jakarta. Credit Photo: detik.com

Polda Metro Jaya menjadi salah satu dari 12 Polda yang meluncurkan kamera eTLE nasional. Di wilayah Polda Metro Jaya sendiri ada 98 kamera statis dan 30 kamera tilang mobile (action cam di helm petugas lapangan).

Sistem tilang elektronik nasional ini diketahui dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran-pelanggaran tersebut seperti pelanggaran lampu lalu lintas, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, dan pelanggaran menggunakan ponsel. Adapun pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman, dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu juga termasuk dalam pelanggaran yang dapat diidentifikasi melalui tilang elektronik.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem eTLE juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem e-TLE.

Sistem penindakan menggunakan kamera e-TLE diharapkan akan meminimalisir ruang gerak bagi pelanggar lalu lintas.

Sumber: detik.com

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top