Lifestyle

Singapura Negara Paling Lelah di Dunia, Yuk Intip Kondisi Mental Para Pekerjanya!

Para Pekerja di Singapura. Dok/HR.Asia

SayaAjarkan – Singapura, di tahun 2022 ini, menurut survei telah dinobatkan menjadi negara paling lelah di dunia.

Akibat kemunculan survei ini, pertanyaan ‘apakah para warganya merasa bahagia di tempat kerja’ pun muncul. Pasalnya, secara logika, kelelahan identik dengan ketidakbahagiaan di tempat kerja.

Untuk menjawab hal ini, 1.328 profesional di Singapura disurvei dalam semua tingkat pekerjaan, untuk mendengar pendapat tentang apa saja aspek pekerjaan yang menentukan kebahagiaan seseorang.

Dan, inilah jawaban yang para pakar dapatkan. Beberapa di antaranya, mungkin akan membuatmu terkejut.

Mengukur kebahagiaan Orang Singapura dalam Bekerja

Perjalanan ke tempat kerja yang menyenangkan
Di seluruh dunia, banyak orang menghabiskan waktu sia-sia untuk pergi ke kantor akibat perjalanan yang jauh dan kemacetan ekstrem.

Sementara di Singapura, mengingat ukurannya yang relatif kecil, hanya sedikit waktu yang orang habiskan untuk pergi dan pulang kantor.

Menurut hasil survey, 90% responden menghabiskan kurang dari satu jam setiap hari pergi ke kantor.

Dalam laporan terbaru lainnya, Singapura adalah kota teratas di Asia dalam hal perjalanan terbaik, waktu perjalanan yang singkat, dan biaya perjalanan rata-rata yang rendah, jika kita melihatnya sebagai persentase dari pendapatan bulanan.

Menariknya, 46% responden menganggap perjalanan ke tempat kerja sebagai faktor utama ketika mempertimbangkan tawaran pekerjaan baru.

Work life balance
Menurut hasil survey, 7 dari 10 responden di Singapura menanggapi panggilan kerja dan email di luar jam kantor.

Di sisi lain, saat bekerja, 59% responden mengatakan bahwa mereka berkomunikasi dengan teman dan keluarga melalui telepon dan pesan.

Hebatnya, 91% responden menghabiskan kurang dari satu jam dalam sehari untuk urusan pribadi saat bekerja. Ini menunjukkan bahwa mereka yang berada di Singapura cukup produktif.

Sebagai penutup, 8 dari 10 profesional menjawab bahwa mereka senang dengan keseimbangan kehidupan kerja mereka.

Tetap terhubung
Konektivitas adalah masalah besar akhir-akhir ini dan dalam banyak hal, batas antara waktu di kantor dan waktu istirahat menjadi kabur karena tekanan untuk selalu aktif.

Tekanan ini dapat ditingkatkan dengan perangkat yang disediakan perusahaan.

86% responden di Singapura mendapat support dari kantornya dengan menerima gadget dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Bahagia dengan kondisi yang ada

Perubahan pola pikir
Orang Singapura memiliki mindset berkembang yang kuat, di mana mereka selalu mencari peluang untuk pengembangan, peningkatan kebahagiaan dan kepuasan.

Bagi orang Singapura, kebahagiaan bisa sesederhana membingkai ulang cara pandang terhadap kesuksesan dan kegagalan dalam lingkungan kerja.

Banyak profesional yang hidup bahagia!
Terlepas dari hasil survei dan statistik, tampaknya para profesional-lah yang paling bahagia di sana.

Karena perusahaan memperlakukan mereka sebagai manusia, bukan budak atau robot.

Jadi orang Singapura, meskipun bekerja keras untuk mencapai tujuan, tetapi mereka memiliki kehidupan yang memuaskan di luar pekerjaan atau dukungan perusahaan.

Terlepas dari terlihat sibuk dan mejadi negara paling lelah di dunia, ternyata sebagian besar orang Singapura lebih banyak yang bahagia di tempat kerjanya.

Sumber artikel: https://www.michaelpage.com.sg/advice/career-advice/work-life-balance/singapore-happy-work

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top