Traveling

Korea Utara: Tips Wisata dengan Aman

Korea Utara

Sayaajarkan – Kamu bosan dengan wisata atau traveling ke tempat yang itu-itu saja? Mungkin kamu perlu coba wisata anti mainstream ke Korea Utara.

Negara yang dipimpin oleh seorang anak muda bernama Kim Jong Un ini memang jarang menjadi destinasi wisata dikarenakan negaranya yang tertutup dan ketatnya peraturan negara tersebut, salah-salah sedikit nyawa kamu jadi taruhannya. Berani?

Nah, supaya tidak melakukan kesalahan saat berwisata ke Korea Utara, Sayaajarkan sudah merangkum beberapa hal yang perlu diketahui:

Tips Liburan Aman ke Korea Utara

Biro Perjalanan

Tidak seperti negara-negara lain yang hanya butuh mengurus visa, kita hanya bisa masuk ke Korea Utara dengan mendaftar paket wisata melalui agen wisata resmi yang ditunjuk oleh pemerintah setempat.

Pengajuan Visa

Pengajuan visa turis ke Korea Utara hanya bisa diajukan sekaligus dengan rencana kita selama berada di sana. Artinya jika permohonan visa diterima, maka kita sudah mendapatkan paket lengkap termasuk akomodasi hotel, guide, paket makan, sekaligus diberikan rincian dana yang harus dikeluarkan selama plesir di negara tersebut.

Beruntung Indonesia punya hubungan diplomatik, hal ini ditandai dengan adanya kedutaan Korea Utara di Jl Teluk Betung, Jakarta Pusat. Sehingga pengurusan visa akan lebih mudah dilakukan.

Akses Masuk

Ada dua opsi akses masuk menuju Korea Utara. Yaitu dengan kereta api dan pesawat terbang. Akses kereta bisa digunakan oleh semua wisatawan kecuali warga negara Amerika dan Israel, kedua warga negara ini hanya diperbolehkan masuk menggunakan jalur pesawat.

Uniknya hanya ada satu maskapai yang melayani rute ke Korea Utara yakni Air Koryo yang merupakan maskapai asli negara ini. Menariknya lagi, rute penerbangan luar negeri ini hanya bisa dilakukan dari Beijing. Dengan kata lain kita harus transit di Beijing sebelum berangkat.

Meninggalkan Paspor

Berbeda dengan negara lain umumnya. Saat mendarat di bandara internasional Pyongyang, paspor wisatawan akan distempel oleh otoritas imigrasi Korut, kemudian paspor tersebut akan ditahan pihak imigrasi dan baru dikembalikan saat orang tersebut meninggalkan Korea Utara.

Patuhi Etika di Korea Utara Supaya Liburan Tetap Aman

Di Korea Utara bicara politik atau agama adalah haram hukumnya dan merupakan pelanggaran berat, karenanya jaga lisan ya.

Beberapa destinasi wisata juga memiliki peraturan seperti bagaimana kita berpakaian, kewajiban membungkuk pada patung pendiri negara ini, hingga kewajiban mengabadikan secara utuh tanpa ada bagian tubuh yang terpotong saat mengabadikan patung raksasa Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

Barang Bawaan

Perhatikan barang bawaan saat berwisata ke negara ini. Jika tidak ingin mendapat masalah dengan militer negara tersebut, maka jangan sekali-kali mencoba membawa atribut apapun yang berbau Amerika Serikat (AS), bahkan hal yang sepele seperti buku komik bisa menjadi masalah besar. Selain itu, atribut keagamaan juga terlarang untuk dibawa masuk ke Korea Utara.

Jurnalistik

Jika kamu seorang jurnalis, jangan sekali-kali mencoba masuk dan melakukan kegiatan jurnalistik dengan menggunakan visa turis. Pelanggaran seperti ini digolongkan sebagai pelanggaran berat.

Suasana di Korea Utara. Credit Photo: www.wanderingearl.com

Fasilitas

Pemandu Wisata

Di negara ini orang asing tidak dibenarkan melakukan perjalanan tanpa pemandu wisata, bahkan jika kamu melakukan perjalanan secara individu. Saat mendarat, kita akan langsung mendapatkan guide resmi dari pemerintah Korea Utara yang bertugas mengatur jadwal kita sampai ke detail jam kapan kita harus bangun pagi sekaligus memastikan kita tidak melakukan kesalahan yang bisa mebahayakan diri sendiri. Karenanya walaupun untuk sekedar berjalan-jalan di sekitar hotel kita wajib minta izin pada mereka.

Internet

Saat berkunjung ke Korea Utara jangan pernah berharap lebih dengan berbagai fasilitas yang biasanya didapatkan turis di tempat lainnya. Salah satu yang mustahil didapatkan yaitu akses internet, karena jaringan internet terlarang bagi warga asing. Wisatawan pun hanya bisa melakukan dan menerima panggilan telepon dengan membeli kartu SIM lokal dengan tarif sekitar US$ 5 atau sekitar Rp 72 ribu per menit.

Kita juga dianjurkan untuk membawa senter kecil di dalam tas, karena di luar Pyongyang sering mengalami pemadaman listrik.

Di Korea Utara tidak ada toko yang menjual memory card, sehingga kita harus mengoptimalkan kapasitas penyimpan foto yang dimiliki. Selain itu, fasilitas umum seperti toilet tidak semuanya dilengkapi dengan tisu atau sabun.

Kesehatan

Untuk fasilitas kesehatan, Korea Utara tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga ada baiknya membawa obat-obatan pribadi yang dibutuhkan. Negara ini juga bukan negara destinasi wisata kuliner, jadi kita hanya bisa menyantap masakan tradisional.

Perihal Dokumen dan Oleh-oleh

Di Korea Utara kita tidak bisa sembarangan mengabadikan sebuah momen, namun demikian membawa kamera dan memotret bukanlah hal yang dilarang di negara ini. Kita cukup meminta izin kepada pemandu atau langsung kepada orang yang ingin kita dokumentasikan sebelum mengabadikannya.

Meskipun mendapat izin, jangan keburu senang ya, sebab semua dokumentasi yang kita ambil akan diperiksa oleh otoritas sesaat sebelum meninggalkan Korea Utara. Para petugas tersebut berhak menghapus secara sepihak gambar-gambar yang dirasa tidak layak dibawa ke luar Korea Utara.

Sedikit tips, jika tidak ingin banyak masalah sebaiknya hindari objek-objek foto yang mengandung unsur militer, kemiskinan, pertokoan, dan perumahan.

Berbelanja

Kalo biasanya kita membeli apa pun yang ditawarkan. Di negara ini hal tersebut tidak bisa dilakukan, karena tidak semua barang bisa kita beli di sana meskipun dijual. Ada beberapa barang yang hanya boleh dibeli oleh penduduk lokal saja.

Untuk transaksi, kita dapat berbelanja dengan menggunakan euro ataupun USD, karena Won sebagai mata uang lokal justru terlarang bagi warga asing. Kita juga tidak akan menjumpai mesin anjungan tunai mandiri (ATM), sehingga pastikan kita membawa uang yang cukup.

Komersialisasi

Korea Utara juga melarang kita untuk menjual dokumentasi yang kita punya kepada media massa. Namun kita diperbolehkan untuk mengunggahnya di media sosial atau blog pribadi.

Pelanggaran ini memang tidak berdampak langsung, namun hal ini dapat membahayakan wisatawan asal negara yang sama dengan kita dan dapat mengakibatkan dicabutnya lisensi perusahaan travel yang pernah membawa masuk kita. Jadi sudah pulang pun masih terikat peraturan ya.

Nah, itulah tips berwisata ke Korea Utara, semoga bermanfaat ya.

Referensi:
https://www.google.co.id/amp/s/travelingyuk.com/wisata-ke-korea-utara/8777/
https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170616155949-269-222271/panduan-berlibur-di-korea-utara-jika-tak-mau-ditangkap
https://www.google.co.id/amp/s/www.brilio.net/amp/jalan-jalan/7-aturan-traveling-ke-korea-utara-biar-kamu-pulang-nggak-tinggal-nama-160401r.html

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x