Traveling

Gunung Everest, Benarkah yang Tertinggi di Dunia?

Gunung Everest

SayaAjarkan – Bagi pendaki yang ingin naik gunung dan mendaki puncak paling menantang di dunia, Everest dengan ketinggian 29.032 kaki atau sekitar 8,84 km, mungkin bisa jadi tujuan. Ini adalah gunung tertinggi di dunia.

Meskipun ketinggiannya adalah fitur yang paling populer, permata mahkota Himalaya ini juga sebenarnya masih menyimpan banyak fakta luar biasa, berikut beberapa di antaranya.

Fakta-fakta menarik soal Gunung Everest

Mulai Terbentuk 50 Juta Tahun Lalu
Sekitar 50 juta tahun yang lalu, sekitar 5 atau 6 juta tahun setelah akhir masa dinosaurus, anak benua India bergerak sekitar 15 sentimeter per tahun dan menutup laut purba bernama Tethys, yang kemudian bertabrakan dengan benua Eurasia.

Saat kedua lempeng tektonik itu melengkung, mereka membentuk pengangkatan dramatis yang menciptakan Everest bersama rangkaian pegunungan Himalaya lainnya.

Tumbuh 4 Milimeter Per Tahun
Everest sudah menjadi puncak tertinggi di atas permukaan laut, dan masih terus berkembang.

Tabrakan kuno jutaan tahun lalu yang membentuk gunung ini, masih berlangsung, karena India terus maju ke utara sekitar 2 inci per tahun.

Melalui semua drama tektonik ini, Everest akan terus bertambah tingginya sebanyak 4 milimeter atau 0,16 inci, per tahun.

Gunung Everest
Ketinggian dan pesona gunung ini tak terbantahkan

Benarkah yang Tertinggi di Dunia?

Pesaing Gunung Everest
Rupanya, ada banyak pesaing lain dalam hal predikat puncak tertinggi di dunia. Yang paling jelas adalah Mauna Kea, gunung berapi perisai di Hawaii yang merupakan gunung tertinggi di dunia jika diukur dari dasar ke puncak. Secara total, Mauna Kea tingginya sekitar 33.000 kaki — kira-kira 4.000 kaki lebih tinggi dari Everest.

Pesaing lainnya adalah Gunung Chimborazo. Dengan ketinggian 20.564 kaki di atas permukaan laut, gunung di Ekuador ini bahkan tidak mendekati ketinggian Everest. Namun, jika diukur dari pusat bumi, Gunung Chimborazo mendapat dorongan besar karena terletak di dekat garis khatulistiwa.

Karena planet menonjol di tengahnya lantaran gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh rotasinya, Gunung Chimborazo sebenarnya lebih tinggi sekitar 6.800 kaki dari Everest.

Gunung Everest
Adakah penghuni tetap di lokasi ini?

Penghuni Tetap di Everest
Ketinggian Everest yang tinggi, menyulitkan kehidupan untuk berkembang di lerengnya. Tapi, sulit bukan berarti tidak mungkin.

Laba-laba pelompat Himalaya adalah satu-satunya penghuni tetap yang hidup berkembang di Gunung Everest, menjadikannya salah satu spesies hewan dengan kehidupan tertinggi di Bumi.

Prestasi yang mengesankan ini bahkan mendapat penghormatan dengan nama ilmiahnya, Euophrys omnisuperstes, yang berarti “berdiri di atas segalanya.”

Kemungkinan besar laba-laba ini memangsa lalat dan serangga lain yang terbang dari ketinggian yang lebih rendah. Ini adalah bagian dari apa yang kita kenal sebagai Bioma Aeolian.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top