Personal

Mendapatkan Gaji Tinggi Saat Wawancara Pekerjaan

gaji tinggi

Sayaajarkan – Inti dari bekerja adalah mencari nafkah. Apapun passion dan pilihan profesi, pada akhirnya kita semua punya kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dengan uang. Nah, negosiasi gaji saat menjalani wawancara pekerjaan adalah saat terpenting yang akan menentukan kesejahteraan kita kedepannya.

Jangan sampai, jeri payah yang sudah capek-capek belajar, kuliah setinggi langit, dan mencari lowongan kerja hanya terkonversi dengan gaji kecil yang boro-boro cukup, kita malah harus terlilit hutang setiap bulannya.

Terus bagaimana dong? Well, semua ada caranya, tenang saja. Sini saya ajarkan, berdasarkan pengalaman pribadi dan rangkuman artikel-artikel tutorial serta tips karier yang bertebaran di internet.

Hargai Diri

Pertama, kita harus tahu berapa harga diri kita. Harga diri maksudnya seberapa mahal kita pantas dibayar. Jangan juga, kita cuma ingin bergaji tinggi tapi tak punya skill mumpuni yang dibutuhkan perusahaan. Itu namanya mengkhayal, bukan bekerja.

Kalau merasa memiliki skill yang pantas dibayar mahal, sebelum wawancara maka selanjutnya kita harus riset berapa kisaran wajar yang perusahan mampu bayarkan kepada karyawannya.

gaji

Riset Kisaran Gaji di Perusahaan

Mengetahui kisaran wajar gaji di sebuah perusahaan bisa dengan mengunjungi situs-situs karier macam Glassdoor, Jobstreet, dan lain sebagainnya. Di lowongan-lowongan yang di-post, biasanya tercantum salary range. Tapi ingat, dalam berbisnis perusahaan tentunya berprisnsip dasar ekonomi yaitu dengan pengeluaran seminim mungkin, mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Nah, disini kita harus mengira-ngira dan mematok lebih tinggi angka minimal kita dari angka yang tercantum. Misalnya, 25 persen lebih tinggi.

Sekarang ke strategi no.3..

Improvisasi Saat Wawancara

Saat diwawancara, maka kemampuan komunikasilah yang akan menentukan segalanya. Jangan sampai salah ngomong. Urusan gaji, sudah pasti pihak HRD akan menawar gaji serendah mungkin. Saat itu terjadi, meski butuh kerja, jangan langsung menerimanya. Tawarlah dengan halus dan coba peruntungan kita dengan kata-kata semacam:

“Terima kasih, boleh saya pikirkan dulu?”

“Saya juga ada tawaran dari perusahaan lain, boleh saya pelajari dulu?”

atau

“Terima kasih, saya excited, tapi setahu saya itu terlalu rendah,”

Berimprovisasilah. Intinya, jangan jual mahal, tapi juga jangan terlalu merendah. Ada harga, ada rupa. Bedakan antara pelukis dengan tukang cat.

gaji

Tiga strategi pertama sudah membuatmu mantap? Tunggu dulu, perjalanan belum berakhir. Saatnya strategi no.4..

Jangan Sebutkan Gaji!

Ada hal-hal yang boleh  dikatakan saat wawancara, ada juga yang “haram” hukumnya diutarakan saat wawancara pekerjaan.

Biasanya HRD akan menanyakan berapa gaji di perusahaan sebelumnya. Jangan dijawab, karena hal ini akan membuat kita selalu dibayar rendah. Takut tidak sopan atau sombong karena enggan menjawab? Kita bisa ngeles seperti ini:

“Waktu saya menerima pekerjaan itu, saya baru lulus. Jadi angkanya menurut saya sudah tidak relevan lagi dengan saya saat ini. Berapa budget buat posisi ini memangnya kalau saya boleh tahu?”

Lagipula kita berhak kok melihat gaji sebagai privasi. Ngomong-ngomong, di Massachusetts, Amerika Serikat, menanyakan gaji saat wawancara itu ilegal lho. Bisa jadi, hal it akan menular ke seluruh negeri Paman Sam. Semoga Indonesia juga.

Jadi Diri Sendiri

Okay, terakhir. Apapun tips, tutorial yang kita baca, pada akhirnya kita harus menjadi diri sendiri. Apapun yang hendak dikatakan saat wawancara, pastikan juga disampaikan dengan baik.

How to say it that matters..

Jangan menanyakan gaji orang lain. Bisa jadi mereka dibayar lebih tinggi sesuai dengan kontribusi dan kemampuannya, bisa jadi kita juga dibayar lebih tinggi dari mereka.

Jangan iri jangan lupakan etika. Berjuanglah mendapatkan peningkatan untuk kita pribadi, bukan persamaan dengan orang lain. Karena sebagai profesional, adil bukan berarti sama rata. Kita juga tidak mau kan dibayar sama dengan orang yang kemampuan, pengalaman serta beban kerjanya lebih rendah?

Well, good luck!

Oh iya, no.6 jangan lupa baca doa.

 

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top