Personal

Interview Kerja: Tips Menjawab Pertanyaan Jebakan

Pertanyaan jebakan saat interview Kerja

Sayaajarkan – Mendapatkan panggilan wawancara kerja adalah satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para pencari kerja. Dengan mendapat interview kerja, bisa dikatakan kita sudah 50% “menang”, karena CV yang kita kirimkan menarik minat perusahaan.

Salah satu persiapan yang perlu dilakukan terkait interview kerja, adalah menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang selain bersifat umum (Kita tinggal dimana, latar belakang pendidikan, dsb), juga ada yang sifatnya menjebak. Pewawancara akan sebisa mungkin menyisipkan pertanyaan-pertanyaan ini dengan tujuan tertentu, misalnya mengetahui bagaimana sih karakter kita yang sebenarnya dan apakah kita adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut.

10 Pertanyaan Jebakan saat Interview Kerja

Bagaimana Anda mendiskripsikan diri Anda dalam 3 kata?

Pertanyaan ini kelihatan umum, tetapi jika tidak tenang menjawabnya, bisa jadi membuat kita terkesan arogan atau terlalu rendah diri. Maka tips-nya adalah pilihlah 3 kata yang berhubungan dengan bidang yang kita lamar. Misalnya, jika kita melamar sebagai akunting, maka sebutkan karakter hati-hati, detail, dan lain sebagainya. Hindari kata hati-hati jika kita melamar sebagai penyiar radio.

Disamping itu, kita bisa juga mengambil dari karakter asli diri kita. Misalkan, ekstrovert, bisa bekerja sama dengan banyak karakter, berdedikasi, dan lain sebagainya. Kita perlu menggambarkan diri kita dengan contoh-contoh yang konkret, jelas dan tidak terlalu panjang.

Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keinginan kita untuk bekerja di perusahaan tersebut. Minimal mengetahui tentang visi-misi, sejarah atau nilai-nilai yang dijunjung oleh perusahaan.

Selain itu jangan lupa untuk mengontrol diri Anda. Jangan pernah membandingkan dengan perusahaan kita yang sebelumnya, atau berkomentar negatif tentang masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang kita lamar, dan lain sebagainya.

Bisakah Anda memberikan gambaran tentang pemikiran Anda terhadap pekerjaan ini?

Tujuan dari pertanyaan ini adalah apakah kita orang yang pas di posisi tersebut dan pewawancara juga ingin menggali hal yang kita ketahui dan pengalaman yang kita punya terkait posisi tersebut.

Jadi tips-nya adalah berikanlah jawaban yang lugas dan jelas terkait dengan kewajiban pekerjaan yang kita lamar. Jangan ada sedikit pun keraguan dalam penjelasan kita karena hal ini menunjukkan kesiapan kita dalam bekerja. Jadi sebelum menjawab, pastikan sudah mencari tahu informasi tentang posisi tersebut.

Cermatlah dalam Menjawab Pertanyaan

Apakah Anda bersedia untuk memulainya lagi dari entry level (level dasar)?

Pertanyaan ini akan menyentil ego kita dan menggambarkan diri kita. Maka hati-hatilah ketika menjawab.

Jawaban terbaik dari pertanyaan ini: “Kadang-kadang Anda perlu untuk mengambil langkah mundur demi karir yang baik ke depannya. Tidak masalah bagi saya untuk mengambil level ini, karena akan memungkinkan saya untuk mempelajari bisnis Anda dari bawah ke atas.”

Mengapa Anda meninggalkan perusahaan sebelumnya?

Banyak yang tidak hati-hati ketika menjawab ini. Karena sebenarnya pertanyaan ini diberikan karena perusahaan ingin tahu track record kita di perusahaan sebelumnya. Tentu banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan kita untuk resign, tapi jangan sekali-sekali menyebut konflik pribadi dengan mantan bos atau kolega kita.

Sebaiknya jawablah dengan alasan bahwa kita ingin mencari posisi yang lebih baik dan sesuai dengan keterampilan kita. Tunjukkan keinginan kita untuk bisa berkembang dan mencapai target dengan perusahaan yang kita lamar.

Jika Anda diterima, berapa lama Anda ingin bekerja di perusahaan kami?

Ini pertanyaan yang agak sulit dan menjebak. Tentunya, mereka ingin tahu perencanaan karir kita ke depan dan seberapa besar kita ingin bekerja di perusahaan tersebut.

Sebaiknya jangan sebut angka. Buatlah jawaban yang memberitahu mereka bahwa kita tertarik untuk berkarier bersama perusahaan untuk mencapai target bersama.

Apakah Anda lebih senang bekerja seorang diri atau dalam tim?

Sebaiknya jawablah dengan diplomatis dan lugas. Contohnya : “Bergantung pada pekerjaan yang saya hadapi. Meskipun saya lebih senang bekerja seorang diri, tetapi saya pun bisa untuk bekerja dalam tim.”

Jawaban yang kita keluarkan akan menentukan nasib kita. Jadi jawablah dengan sebaik mungkin. Credit photo: Twitter.com

Tentang Gaji dan Kesan Terakhir

Berapa Gaji yang Anda inginkan?

Ini dia! Negosiasi gaji merupakah hal yang sulit dan sensitif saat interview kerja, karena terkait dengan kebutuhan utama manusia, yaitu uang. Cobalah untuk menghindari topik ini sampai tahap akhir perekrutan kerja.

Oleh sebab itu, kita baiknya melakukan riset tentang standar gaji untuk posisi tersebut. Untuk mengurangi ke-sensitifan dari pertanyaan ini adalah dengan menanyakan balik apa saja tunjangan yang diberikan. Dengan demikian kitaa memberi sinyal bahwa kita tidak tertarik dengan uang saja.

Jangan sekali-sekali beri jawaban seperti: “suka-suka”, “tergantung kemampuan perusahaan”, dan lain sebagainya. Karena bisa jadi kita tidak akan direkrut, ataupun bila lolos, kita akan digaji terlalu murah. Nggak mau kan?

Anda ingin menjadi seperti apa dalam 5 tahun ke depan?

Ini adalah salah satu pertanyaan untuk menilai tingkat komitmen pada pekerjaan kita. Alasan lain, tentu saja pewawancara ingin tahu apakah kita adalah orang yang punya motivasi dan tujuan.

Karena itu, berilah jawaban yang memberikan tujuan jangka panjang. Dengan demikian akan memberikan kesan bahwa kita adalah orang yang memiliki motivasi dan bertanggung jawab. Maka, lakukanlah introspeksi diri atas keinginan kita dan bandingkan dengan pekerjaan terkait.

Apakah ada pertanyaan?

Ini adalah kesempatan untuk memberikan kesan terakhir yang baik atas interview kerja kita. Pada kesempatan ini, jangan pernah memberikan jawaban “Tidak ada”. Karena akan memberikan nilai buruk bahwa kita tidak tertarik dengan pekerjaan atau perusahaan tersebut.

Sebaliknya, ajukan 2 atau 3 pertanyaan pintar. Misalnya: “Jika saya diterima, apa yang diharapkan dari saya untuk membantu departemen atau masalah yang dihadapi oleh perusahaan?”. Atau: “Adakah kultur dalam perusahaan yang harus saya pahami dan bagaimana bisa beradaptasi dengannya?”

Nah, itu tadi 10 pertanyaan jebakan yang perlu diwaspadai saat melakukan interview kerja. Semoga sukses ya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x