Finance

Tips Aman Minta Naik Gaji Tanpa Takut Dipecat

Naik Gaji. Dok Deposit Photos

SayaAjarkan – Jujur saja, meminta naik gaji adalah sebuah tindakan yang sangat menggoda (bagi kita sebagai karyawan), namun juga sangat menakutkan.

Salah-salah, jika waktu dan cara memintanya kurang tepat, bukan hanya gaji yang gagal kita dapat. Nama baik kita juga akan rusak di mata atasan, karena dianggap tidak peka terhadap dengan kondisi perusahaan.

Lalu, kalau resikonya sebesar itu, apakah meminta gaji merupakan sebuah tindakan yang buruk? Jawabannya tentu tidak. Selama strategi kita dalam memintanya tepat, permintaan ini bisa tetap kita lakukan, dan berpeluang mendapat hasil yang kita inginkan.

Kabar baiknya, menurut tulisan Wall Street Journal di tahun 2019, pasar tenaga yang kian ketat membuat para ekonom berani memperkirakan jika upah pekerja juga akan ikut terdorong untuk naik.

Meski ungkapan ini bisa jadi berubah akibat pandemi yang terjadi selama tiga tahun terakhir, namun hal tersebut tidak memupuskan fakta bahwa kini atasan lebih terbuka terkait masalah gaji. Jadi, tidak ada salahnya memberanikan diri untuk bertanya.

Tips Meminta Naik Gaji

Pahami praktik kenaikan gaji di perusahaan
Ini adalah petunjuk penting yang tak boleh kita sepelekan. Jika praktik standar perusahaan tempat kita bekerja menawarkan kenaikan gaji setiap setahun sekali, maka kemungkinan besar kita tidak akan menerima kenaikan gaji di luar waktu tersebut.

Namun, kalau perusahaan menawarkan kenaikan dengan kurun waktu yang lebih fleksibel, maka ini bisa menjadi peluang untuk bisa meminta gaji yang lebih tinggi.

Yang perlu kita ingat, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang persentase yang kerap digunakan saat menaikkan gaji. Sebagai contoh, jika kenaikan gaji biasanya ada di angka 4%, maka jangan berpikir untuk menegosiasikan lebih banyak uang dari jumlah tersebut.

Lakukan survei mengenai standar gaji untuk posisi yang kita pegang
Mendapatkan informasi ini memang tidak mudah. Tapi jika bisa mendapatkannya, kita akan memiliki gambaran yang cukup luas mengenai berapa standar gaji yang seharusnya kita terima, untuk posisi yang saat ini kita pegang.

Misalkan, gaji kita saat ini ternyata sudah lebih tinggi dari standar gaji yang seharusnya, maka meminta bayaran yang lebih tinggi lagi, adalah sebuah langkah yang kurang tepat.

Coba pikirkan, ada berapa banyak orang yang siap menggantikan posisi kita, bahkan meski dengan gaji di bawah kita. Seram bukan?

Saat memutuskan untuk meminta naik gaji

Buatlah daftar prestasi yang telah kita capai, dan berguna untuk perusahaan
Ini penting. Kita harus selalu memiliki prestasi untuk kita tawarkan, sebagai ganti dari kenaikan gaji. Salah satunya adalah apa yang telah kita lakukan, dan seberapa besar benefitnya bagi perusahaan.

Dengan begitu, perusahaan bakal tahu jika kita sulit tergantikan. Terutama kalau kita memegang peran yang sangat bergantung pada kreativitas yang kita punya.

Saat meminta kenaikan gaji, bersikaplah lugas kepada atasan. Beri tahu ia bahwa kenaikan gaji yang diminta, terkait dengan pencapaian dan kontribusi yang telah kita lakukan, serta tanggung jawab tambahan yang telah kita ambil. Siapkan dokumentasi untuk membuktikannya.

Selain itu, presentasikan juga penelitian yang mendukung permintaan kita. Ini termasuk standar gaji untuk posisi kita, dan bukti kontribusi yang terukur.

Lalu, bagaimana jika prestasi kita selama ini standar-standar saja, atau malah baru saja melakukan kesalahan yang cukup besar? Hmm, lebih baik jangan coba-coba deh.

Lakukan di saat yang tepat

Saat perusahaan sedang prima, atau sedang mendapatkan banyak proyek dengan laba yang menguntungkan, ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk meminta kenaikan gaji. Sebaliknya, kalau perusahaan dalam kondisi sulit, ini akan jadi kesempatan yang berbahaya.

Perlu kita ingat, negosiasi ‘naik gaji’ yang berhasil tidak pernah berdasar pada mengapa kita membutuhkan uang tambahan, tapi lebih ke bagaimana hal itu bisa tetap menguntungkan perusahaan.

Karena meskipun atasan peduli dengan kita, memberikan uang tambahan untuk menabung, mendanai gaya hidup pilihan kita, atau apapun alasannya, bukanlah tanggung jawab mereka.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top