Finance

Apa yang Paling Diincar Generasi Z dalam Karier? Ini Jawabannya

Generasi Z. Dok/Amazonaws.com

SayaAjarkan – Mohon maaf Generasi Milenial, namun saat ini kalian bukan lagi generasi terbesar di Bumi. Posisi kalian sudah resmi tergantikan oleh kehadiran Generasi Z.

Ya! Ini bukan bercandaan. Generasi Z atau Gen Z, saat ini menduduki 32% di populasi global. Kalau kamu belum tahu, mereka adalah orang-orang yang lahir setelah tahun 1996.

Populasi tersebut menyebar di segala bidang, termasuk dunia karier. Tercatat, mereka telah menguasai 11% populasi di ranah kerja.

Survei dari ManPower Group bahkan menyebut jika persentase Gen Z di bidang kerja akan meningkat hingga 24% di akhir 2022, dan mencapai 30% pada 2030 nanti.

Seberapa pentingkah pengetahuan mengetahui Generasi Z?

Jika kamu adalah seorang pebisnis atau pemilik usaha, akan ada kemungkinan bahwa kamu akan berurusan dengan mereka ketika tengah merekrut SDM (Sumber Daya Manusia).

Mengetahui karakter mereka, serta apa yang mereka incar dalam pekerjaan, bisa membuat perusahaanmu terhindar dari turnover berlebih yang merugikan, serta menjadikan perusahaanmu lebih berkesempatan untuk memperoleh target pasar baru, yakni generasi Z itu sendiri.

Nah, supaya gak penasaran, berikut beberapa hal yang banyak diincar Gen Z, ketika memutuskan berkarier di suatu tempat.

Baca juga:

Apa yang mereka incar dalam berkarier?

Hasil yang Nyata bagi Sekitar
Ya! Gaji tentu adalah alasan pertama mereka terjun ke dunia karier. Namun di samping itu, mereka juga membutuhkan sebuah misi, yang hasilnya akan berdampak bagi lingkungan sekitar mereka.

Generasi Z rata-rata paham dengan isu-isu yang tengah terjadi di dunia seperti pemanasan global, masalah sampah, dan sebagainya. Dan alih-alih hanya menelan informasi itu, mereka berharap untuk bisa berkontribusi dalam memerangi isu-isu tersebut.

Itu mengapa, 42% Gen Z akan memilih bekerja di perusahaan yang menawarkan itu, ketimbang perusahaan yang hanya berfokus pada gaji tinggi, namun tanpa makna.

Pola kerja seimbang dan bebas racun
Jangan berharap kamu bisa memaksa Generasi Z untuk bekerja mati-matian demi perusahaan tanpa mengenal waktu. Mereka adalah tipe yang menghargai akan kewajiban mereka untuk menjaga kesehatan mental.

Demi mengakomodasi kebutuhan itu, beberapa perusahaan kini mulai beralih ke metode kerja hybrid (tatap muka dan jarak jauh). Metode ini diharapkan bisa memberikan waktu bagi mereka untuk menyeimbangkan hidupnya, dan tak melulu terjebak dalam rutinitas kantor yang membosankan.

Bagi Gen Z, perbedaan antara kehidupan kerja dengan kehidupan rumah harus nampak jelas. Mereka biasanya tidak akan membuka email di luar jam kerja, demi mempertahankan semua itu.

Kebersamaan
Keakraban mereka dengan gadget, baik itu untuk komunikasi maupun internet, telah membuat komunikasi yang mereka miliki melesat ke level yang luas.

Kebiasaan ini membuat mereka bisa selalu merasa terhubung dengan orang-orang yang penting bagi mereka.

Dalam dunia kerja, bekerja secara tim, serta kemampuan perusahaan untuk merangkul hampir semua karyawannya juga menjadi sesuatu yang mereka incar.

Mereka selalu siap untuk menerima saran profesional, dan merasakan peluang untuk bertumbuh dan berkembang.

Jadi, jika perusahaanmu adalah perusahaan yang cenderung tertutup pada karyawannya, jangan harap mereka akan berlama-lama singgah di kantormu.

Mengagungkan inovasi
Yang terakhir, adalah tawaran untuk bisa terus berinovasi seiring kemajuan dan perubahan pola pikir masyarakat.

Para Generasi Z sebisa mungkin akan menjauhi aturan yang kaku, yang mengekang kemampuan mereka untuk lebih fleksibel dalam melakukan pergerakan tugasnya.

Menjalankan tugas-tugas baru akan menjadi hiburan bagi mereka. Dan mereka butuh kebebasan untuk berekspresi, demi bisa melakukan yang terbaik saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh perusahaan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top