Self Development

Hadapi Kritik di Tempat Kerja dengan Elegan

kritik dalam kerja

Sayaajarkan – Kritik dalam dunia kerja sudah pasti akan kita hadapi. Kritik ini dapat mempengaruhi setiap bagian dalam kehidupan kita, menambah beban stres di kantor dan bahkan bisa ada di pikiran kita selama berminggu-minggu!

Jika kita tidak bisa mengatasinya dengan baik, umpan balik negatif dari boss ataupun kolega nantinya akan berpotensi menggagalkan karir kita. Sementara dalam kehidupan pribadi kita akan dijauhi banyak orang karena dianggap negatif.

Sementara kritikan dapat dianggap menyakitkan, kita juga bisa melihatnya dari sisi positif, yaitu: kritikan adalah suatu kejujuran, dan ini bisa memacu kita untuk berbuat lebih baik. Adalah kesempatan untuk memperbaiki diri.

Jadi, bagaimana cara elegan untuk menghadapi kritik?

1) Jangan Diambil Hati

santai setelah kritik

Saat dikritik, kita harus tetap tenang. Bereaksi secara emosional justru akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Ajarkan diri kita untuk marah tapi tidak langsung bereaksi pada saat itu juga. Misalnya, jika orang itu ada di depan kita tinggalkan dia sebentar daripada langsung mengatakan hal-hal yang nantinya akan kita sesali.

Kita perlu memahami bahwa kritik biasanya juga tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada. Kritik juga mempunyai sudut pandang subyektif. Misalnya, seorang seniman bisa dikritik karena inovasinya (“Lukisan ini aneh sekali. Tidak ada cantiknya”). Setiap orang akan menghadapi kritikan, tidak peduli seberapa pintar, sukses atau berbakatnya orang itu.

2) Berpikirlah Positif

kritik tapi positif

Kritik bisa membawa ide baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Kritikan juga akan meringankan kebutuhan untuk selalu merasa benar. Jika kita bisa memahami bahwa kritik yang membangun akan membawa solusi yang baik, kita tidak akan terlalu merasa cemas dan akan berusaha lebih baik lagi.

 

3) Pahami Kritikan

memahami kritik

Jika kita benar-benar mau menerima kritikan, maka perlu memahami dari mana kritikan tersebut berasal.

Pertama, tentukan apakah dia memenuhi syarat untuk mengkritik kita? Apakah mereka cukup punya pendidikan di bidang tersebut atau punya pengalamannya? Jika tidak, tetap bisa dipertimbangkan.  Orang yang tidak berkualifikasi pun kadang-kadang bisa membuat penilaian yang baik.

Juga tentukan motivasi kritikannya. Apakah berniat baik atau berniat buruk? Banyak orang mengkritik orang lain untuk membuat alasan atas kesalahan mereka sendiri. Jika memang niatnya buruk, maka tidak perlu ditanggapi, tapi jangan lupa isinya. Siapa tahu suatu saat bisa membantu kita.

 

4) Memikirkan Kritikan Dengan Bijaksana

kritik

Dalam buku “The Richest Man Ever Lived: King Solomon’s Secrets to Success,” Steve Scott mengatakan bahwa kita tidak bisa sepenuhnya mendapatkan keuntungan dari kritikan kalau tidak berusaha “merangkulnya”.

Scott pernah menulis suatu naskah komersial yang ditolak oleh boss-nya karena kurang menarik. Alih-alih menggerutu, Scott “merangkul” kritikan ini, memahami tantangannya dengan spesifik dan akhirnya menemukan ide cemerlang yang lucu, yang pada akhirnya menghasilkan omzet jutaan dollar.

Jadi, antusias dan terbuka-lah pada kritik yang membangun.

5) Bagikan Kemajuan Kita

kritik

Jika kita sungguh-sungguh menghormati orang yang memberikan kritikan membangun tersebut, maka kita akan menerimanya dengan serius dan aktif dalam meningkatkan perbaikan di area tersebut. Infokan kemajuan kita dengan orang yang berbagi masukannya dan tunjukkan apa yang sudah kita lakukan untuk  memperbaiki diri dalam pekerjaan kita.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top