Self Development

Mau Mempekerjakan Generasi Z? Persiapkan 7 Hal Ini

Generasi Z. Dok/Comarketing News

SayaAjarkan – Tak bisa dipungkiri, Para Gen Z kini telah tersebar di banyak tempat kerja. Dengan karakter mereka yang bisa dibilang unik, para atasan, yang kebanyakan diduduki oleh generasi X dan boomers, pun dipaksa untuk memberikan penanganan yang lebih disesuaikan.

Generasi Z sendiri merupakan sebutan untuk mereka-mereka yang lahir di antara tahun 1997-2012.

Generasi ini akan terus mengisi banyak posisi di perusahaan, dengan kehadiran serta perspektif yang akan mengubah segalanya.

Untuk mengelola Generasi Z, berikut tujuh poin yang harus diperhatikan para atasan.

7 Hal yang Penting di Mata Generasi Z

Internet penting bagi Gen Z
Sejak kecil, mereka sudah memiliki smartphone, Instagram, dan Facebook. Mereka berharap dapat terhubung secara online dengan cepat dan ke mana pun mereka pergi. Artinya, agar mereka produktif, mereka membutuhkan koneksi internet yang baik.

Jika kita ingin mendapatkan hasil maksimal dari tim Gen Z, investasikan pada Wi-Fi yang bagus dan batasi rapat yang tidak perlu.

Gen Z menginginkan lebih banyak fleksibilitas dalam karier
Gen Z ingin bekerja di tempat yang mereka rasa paling produktif. Dan ini tidak selalu di kantor.

Sayangnya masih terlalu banyak para atasan generasi tua seperti boomers dan gen x yang membenci kerja remote atau bekerja dari rumah.

Mereka selalu menganggap sistem ini membuat karyawan jadi lebih banyak bermain daripada bekerja, dan makan gaji buta.

Well, sangat salah jika berpikir demikian. Zaman sudah berubah, dan gen Z lebih suka bekerja di perusahaan yang memberi mereka kesempatan untuk membuat jadwal mereka sendiri.

Gen Z suka mengerjakan proyek atau tugas kantor di tempat di manapun mereka suka daripada membuang waktu di sekitar meja kerja kantor.

Mengelola Generasi Z sebetulnya tidaklah rumit. Kuncinya adalah memberi mereka kebebasan untuk menciptakan keseimbangan kehidupan kerja.

Percaya deh, beri karyawan Gen Z fleksibilitas, dan lihat betapa produktifnya mereka.

Menyimpan uang penting untuk generasi ini
Salah satu perjuangan besar bagi Gen Z adalah bahwa mereka tumbuh selama resesi ekonomi dan melihat orang tua mereka berjuang secara finansial.

Akibatnya, mereka berhati-hati tentang keuangan mereka. Gen Z suka bekerja keras dan menyimpan uang mereka untuk hal-hal seperti pensiun, traveling, atau membeli rumah.

Dalam mengelola Gen Z, sangat penting untuk menawarkan mereka manfaat finansial yang menguntungkan mereka.

Komunikasi langsung dan imbalan yang nyata

Mereka menginginkan sesekali komunikasi langsung
Sementara Gen Y (milenial) lebih suka mengirim pesan teks kepada keluarga atau teman, Gen Z ini lebih suka beberapa bentuk komunikasi tatap muka.

Ini berarti para atasan harus mencoba yang terbaik untuk tersedia bagi mereka secara langsung, daripada hanya memilih serangkaian email.

Gen Z tidak takut bertanya dan kritis
Generasi ini mengungkapkan pikiran mereka dan memiliki pendapat yang kuat.

Mengelola Gen Z berarti atasan dari generasi X dan boomers perlu memberikan ruang bagi untuk mendengarkan mereka berbicara.

Mungkin, bagi para boomers dan Gen X yang sudah tua dan merasa jauh lebih berpengalaman, akan sedikit aneh untuk menyerahkan mikrofon kepada karyawan Gen Z.

Tetapi jika memberi mereka kesempatan untuk bicara menyampaikan ide dan perspektifnya, mereka akan memberi ide cemerlang baru untuk perusahaan.

Mereka bersikukuh pada apa yang mereka yakini
Gen Z dibesarkan di salah satu periode ekonomi paling kacau. Mereka harus mencari tahu sendiri bagaimana bertahan dan hidup di dunia yang terus berubah.

Jadi mereka akan mencari stabilitas dan ruang untuk mengungkapkan pikiran mereka.

Jika ingin mendapatkan kepercayaan dan kinerja optimal dari karyawan Gen Z, kembangkan lingkungan yang aman di mana mereka bisa mengemukakan ide tanpa rasa takut.

Mereka mengharapkan imbalan atas kerja keras mereka
Gen Z terbiasa memiliki kepuasan instan. Mengelola Gen Z, sangat penting untuk memahami kebutuhan mereka akan tanggapan instan.

Mereka tidak melihat tujuan dari keharusan menunggu jawaban. Mereka tumbuh dengan segala sesuatu yang instan.

Inilah sebabnya, jika ingin beresonansi dengan karyawan baru Gen Z, luangkan waktu untuk memberikan umpan balik yang cepat dalam hal apapun termasuk imbalan yang bagus atas hasil kerja mereka.

Sekali lagi jika ingin berhasil mengelola Gen Z, pahamilah kebutuhan unik mereka.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top