Science

Terbuat dari Salju, Kenapa Igloo Bisa Hangat?

Igloo. Dok/Pinterest

SayaAjarkan – Sebelum membahas Igloo, bayangkan kamu sedang berjalan di sekitar lanskap bersalju di Arktik kutub utara. Kecuali kamu Superman, sudah pasti kamu akan merasa kedinginan.

Takut terkena hipotermia, kamu lalu dengan paniknya mencari-cari tempat berteduh, tetapi tidak ada apa pun selain salju seputih kristal di sekitarmu.

Akhirnya, kamu menemukan igloo, sebuah rumah yang terbuat dari salju dan memasukinya, dan setelah beberapa saat, kamu terkejut menemukan bahwa tubuhmu mulai merasa hangat.

Pertanyaannya, Kok Bisa?

Di pagi yang dingin, selembar selimut yang relatif kecil saja bisa membuatmu merasa hangat dan nyaman bukan?

Selimut tidak menghasilkan panas sendiri dan itu bukan sesuatu yang harus kamu definisikan sebagai ‘panas,’ lalu bagaimana cara selimut membuatmu tetap hangat?

Cukup dengan menjebak panas tubuh agar tidak keluar! Ya, selimut itu sendiri tidak hangat, yang kain itu bisa lakukan adalah mencegah hilangnya panas tubuh kamu.

Naaahh… Igloo bekerja dengan prinsip yang sama dengan selimut. Rumah lucu ini bertindak sebagai selimut besar yang mencegah keluarnya panas tubuh orang di dalam dindingnya.

Igloo secara tradisional terkait dengan penduduk asli wilayah Arktik Alaska, Kanada, dan Greenland, yang secara luas disebut suku Inuit.

Ini adalah tempat perlindungan sementara yang dibuat oleh suku Inuit sebagai rumah musim dingin atau untuk ekspedisi berburu.

Kunci kehangatannya terletak pada pemilihan bahan baku yang tepat.

Bahan Utama Igloo: Salju Terkompresi

Seperti dikutip dari laman Science ABC, Igloo terbuat dari salju yang memadat. Salju padat yang mengeras adalah penyekat panas yang hebat karena salju tidak lain adalah air setengah beku dengan sekitar 95% udara yang terperangkap.

Molekul udara yang terperangkap di antara kristal es kecil menciptakan kantong udara, yang bertindak sebagai isolator yang sangat baik untuk mencegah kehilangan panas karena konveksi.

Jadi, salju adalah bahan yang sempurna untuk membangun igloo yang hangat di tengah lingkungan Arktik yang membeku.

Tidak seperti salju, es pada dasarnya adalah air beku dan tidak mengandung banyak kantong udara, yang membuatnya menjadi isolator yang buruk. Jadi, salju lebih recommended daripada es untuk pembangunan igloo.

Jenis salju yang digunakan juga sama pentingnya. Salju yang baru jatuh bersifat rapuh dan seperti tepung sehingga tidak dapat digunakan untuk membangun struktur yang kokoh.

Maka, igloo dibuat dengan memotong balok salju yang mengeras dan sudah terkompresi dari tanah.

Suku Inuit yang berpengalaman dapat membangun igloo dari nol sampai jadi dalam waktu hampir satu jam. Yang mereka butuhkan hanyalah gergaji, salju, dan keterampilan serta teknik.

Bagaimana Igloo Membuat Orang di Dalamnya Tetap Hangat?

Nah, ini dia jawabannya. Tubuh manusia mampu mengubah energi dari makanan yang ia konsumsi menjadi energi panas.

Energi panas ini hilang dari tubuh ke lingkungan eksternal melalui konduksi, konveksi, dan sebagian besar radiasi.

Panas yang keluar bergerak di sekitar igloo melalui konveksi akan menghangatkan sebagian udara di dalamnya.

Karena udara dingin lebih padat daripada udara hangat, udara dingin mengendap di bagian bawah igloo, sementara udara hangat bergerak ke atas menuju bagian atas struktur.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, lantai igloo pun memiliki beberapa teras. Lapisan hangat atas adalah tempat orang tidur, lapisan tengah untuk memasak dan api, lalu lantai cekung bawah berfungsi sebagai wastafel dingin.

Dinding salju penyekat mencegah hilangnya panas tubuh dan juga melindungi orang dari angin dingin yang bertiup di luar.

Jadi, igloo memanfaatkan panas tubuh yang hilang dari tubuh orang di dalamnya untuk mengatur suhu ruangan.

Sungguh menakjubkan bagaimana suku Inuit yang merupakan suku asli kutub utara berhasil mencapai metode konstruksi yang hangat dan stabil melalui trial and error.

Hebatnya, mereka melakukannya tanpa pernah belajar matematika atau fisika yang menjadi dasar sains di balik rahasia Igloo lho. Keren banget bukan?

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top