Technology

Etherwaifu dan Top NFT Historical yang Perlu Kamu Tahu!

NFT. Dok/Eraspace.com

SayaAjarkan – NFT atau Non-Fungible Token kini semakin banyak ragamnya. Peminatnya pun kian luas, bahkan hingga ke kalangan mainstream.

Secara garis besar, Non-fungible token merupakan aset digital yang mewakili koleksi di internet seperti seni, musik, dan game, dengan sertifikat otentik yang dibuat oleh teknologi blockchain, yang mendasari Cryptocurrency.

Menariknya, di antara banyaknya NFT yang tersedia di blockchain, terdapat sejumlah NFT yang punya kategori sebagai NFT Historical. Sebutan itu biasanya mengacu kepada tahun pembuatannya, serta keunikannya yang menjadi jembatan kreasi bagi NFT-NFT berikutnya.

Nah, kali ini SayaAjarkan akan mengulas beberapa NFT Historical yang menarik untuk disimal. Apa saja? Sini Saya Ajarkan.

5 NFT Historical yang seru untuk dikoleksi

Etherwaifu

Etherwaifu
Etherwaifu adalah NFT Pertama asal Indonesia. Kreatornya adalah dua orang Bandung, yakni Agro (fotografer, software engineer) dan Jubi (Ilustrator).

Etherwaifu dikembangkan di Jepang dan rilis pada 24 Maret 2018, di saat tren NFT belum se-booming sekarang.

Pada tahun 2021, Etherwaifu sukses menjual habis 1025 lukisan digitalnya dengan total sales yang mencapai USD 2,3 juta atau sekitar Rp 33 miliar.

Kesuksesan itu didapat setelah sseorang arkeolog NFT, Adam McBride, menulis artikel tentang Etherwaifu. Artikel itu ia buat setelah menemukan Etherwaifu yang programnya masih hidup di blockchain dan merasa kagum dengan teknologinya.

Adam merupakan salah satu anggota dari komunitas Historical NFT Collector. Salah satu kegiatan dari komunitas tersebut adalah mencari NFT-NFT bersejarah di blockchain yang rilis sekitar tahun 2017 dan 2018.

Dalam artikelnya, Adam menyebut bahwa di 2018, ada NFT Historical bernama Etherwaifu, yang dari segi gambar jauh lebih maju dari NFT-NFT lain di tahun tersebut.

Dalam waktu dekat, Etherwaifu akan merilis 1000 seri baru yang akan diberi nama Etherwaifu Chibi. Seperti apa detailnya, Hmm, kita tunggu saja ya update selanjutnya.

Baca juga:

Cryptokitties dan MoonCats

CryptoKitties (23 November 2017)

Tren membiakkan kucing-kucing kecil yang lucu seperti di gambar menjadi sangat populer di puncak gelembung crypto pada tahun 2017. Ini adalah contoh pertama dari game blockchain yang menjadi viral, dan berkat semua hype yang mengelilinginya, istilah “NFT” diciptakan.

CryptoKitties juga merupakan token ERC-721 pertama. ERC-721 adalah standar terbuka yang menjelaskan cara membangun NFT pada blockchain yang kompatibel dengan EVM (Ethereum virtual machine), dan ini adalah standar yang masih digunakan sebagian besar NFT hingga saat ini.

Ada kesalahpahaman umum bahwa kucing-kucing ini menghasilkan penyimpan nilai yang buruk karena persediaannya yang tidak terbatas, tetapi ini tidak benar. Hanya akan ada 100 kucing pendiri dan 50.000 kucing Gen-0, dan untuk kolektor hardcore, ada banyak tempat lain untuk dijelajahi.

MoonCats (9 Agustus 2017)
Kucing koleksi 8-bit ini adalah NFT kucing pertama di Ethereum dan memiliki total persediaan sebanyak 25.440.

Pencipta mereka mendapat inspirasi dari CryptoPunks, tetapi mereka berinovasi dalam satu cara utama yang sering diabaikan.

Ponderware, tim di belakang MoonCats, merancang sebuah cara yang menarik untuk mencetak MoonCat. Ketika kolektor mengklik tombol untuk mencetak, mereka tidak tahu kucing apa yang akan dimuntahkan blockchain kepada mereka.

Dengan menetapkan atribut kucing di rantai, kucing unik akan dihasilkan setiap saat, dan kolektor tidak tahu seperti apa bentuknya sampai transaksi dikonfirmasi. Meski sekarang sudah hampir umum, namun cara ini revolusioner ketika pertama kali terjadi.

SaruTobi dan Spells of Genesis

SaruTobi (May 6, 2016)
Pada tanggal 19 Desember 2014, seorang pengembang iOS muda bernama Christian Moss merilis sebuah game ke App Store bernama SaruTobi.

Setelah game-nya viral, Christian ingin membiarkan pemain SaruTobi membeli item dalam game dengan Bitcoin, tetapi Apple tidak mengizinkannya.

Jadi sebagai gantinya, dia membiarkan pemain mengumpulkan sejumlah kecil Bitcoin saat mereka bermain. Dari sinilah, salah satu game play-to-earn pertama lahir.

Beberapa tahun kemudian, Christian mendengar tentang apa yang dilakukan EverdreamSoft dengan aset game tokenized di Spells of Genesis, dan dia memutuskan untuk melakukan hal yang sama dengan merilis NINJASUIT untuk SaruTobi.

Ini menjadi skin NFT pertama, power-up NFT pertama, dan menandai pertama kalinya NFT digunakan dalam game play-to-earn.

Spells of Genesis (11 Maret 2015)
Spells of Genesis adalah permainan kartu perdagangan blockchain yang dibangun di atas Bitcoin. Setiap kartu berisi karya seni yang mewakili momen bersejarah dalam sejarah blockchain.

Ketika EverdreamSoft, pembuat Spells of Genesis, merilis FDCARD, itu menjadi aset game tokenized pertama.

Pentingnya momen ini tidak dapat kita lebih-lebihkan, karena ini mengantarkan era baru permainan di mana pemain memiliki kepemilikan sejati atas aset digital mereka. Kini, saat kita menelusuri kembali asal-usul game blockchain, semua jalan mengarah ke Spells of Genesis.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top