Uncategorized

Terbukti! Anak Mewarisi Kecerdasan Ibu, bukan Bapaknya

Kecerdasan anak. Dok/Unsplash

SayaAjarkanSalah satu pertanyaan paling menarik saat membesarkan seorang anak adalah, “siapa yang akan mewarisi kecerdasan anak, ibu atau bapak?”

Pertanyaan seperti ini wajar adanya. Karena dari mata, rambut hingga kebiasaan mereka, kemungkinan besar orang dapat menghubungkan kembali sifat-sifat anak dengan salah satu orang tuanya.

Nah, tahukah kamu? Penelitian telah membuktikan bahwa satu sifat tertentu, yakni kecerdasan anak, diwarisi dari pihak ibu, bukan si bapak.

Eits, para bapak jangan protes dulu. Ada banyak dukungan ilmiah untuk klaim yang terkadang membuat wanita menjadi lebih tinggi hati ini lho.

Studi dan penelitian terkait Kecerdasan anak

Ingat ketika orang berkata, seorang ibu mampu mendidik seluruh keluarganya? Yah, bagaimanapun, itu mungkin benar!

Meskipun hampir masuk akal bahwa anak-anak mewarisi sifat-sifat yang sama (termasuk tingkat IQ mereka), dari kedua orang tuanya, namun sebuah studi genetik dilakukan yang menunjukkan bukti bahwa kecerdasan anak hanya diwarisi dari satu orang tuanya, yaitu ibu.

Studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Psychology Spot ini berawal dari survei sampel yang dilakukan pada tahun 1994.

Dalam survei ini, hampir 12.686 orang, berusia antara 17-22 tahun, diwawancarai dan ditanyai tentang beberapa faktor termasuk ras, tingkat pendidikan, sosial, hingga status ekonomi. Pertanyaan serupa juga ditanyakan kepada orang yang telah menjadi ibu dalam penelitian ini.

Setelah dianalisis, terlihat bahwa gen kecerdasan itu terkait dengan kromosom X, yang merupakan kromosom utama wanita.

Faktanya, studi lain yang berkorelasi menemukan bahwa wanita, karena mereka memiliki dua kali jumlah kromosom X, lebih mungkin mewariskan gen kecerdasan kepada anak-anak mereka.

Genetika dari sisi ibu menentukan seberapa cerdas atau pintar seorang anak, dan gen bapak membuat sedikit perbedaan dalam mengasah kepintaran anak.

Ilmu pengetahuan juga mendukung bahwa kecerdasan adalah gen “terkondisi,” yang biasanya bekerja ketika diturunkan dari ibu.

Gen terkondisi dan gen kognitif lainnya ditundukkan dan dinonaktifkan ketika mereka berasal dari pihak bapaknya.

Para ahli juga mengatakan, ini juga terjadi karena di sebagian besar budaya, seorang ibu berperan sebagai pengasuh utama anak.

Apapun yang ibu lakukan saat mengasuh anak, akan memengaruhi pembentukan otak anak-anaknya selama tahap perkembangan kritis mereka.

Lalu, peran apa yang dimiliki sang bapak?

Ibu mungkin memiliki peran yang lebih besar dalam membuat anak-anaknya pintar, tetapi itu tidak berarti bahwa si bapak tidak melakukan apa-apa.

Kecerdasan adalah konsep yang luas dan secara keseluruhan terpengaruh oleh banyak faktor.

Menurut sains, 40-60% dari kecerdasan yang kita peroleh jelas merupakan hal yang turun-temurun.

Sisanya, kecerdasan anak ditentukan oleh faktor lingkungan tertentu yang berperan, termasuk seberapa baik hubungan emosional anak dengan bapaknya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x