Lifestyle

Yuk! Terapkan Green Living yang Ramah Lingkungan

Green Living. Dok/Blueandgreentomorrow.com/

SayaAjarkan – Di tengah kemajuan teknologi dan ancaman krisis energi, banyak orang yang kini semakin tertarik pada green living, atau gaya hidup hijau yang ramah lingkungan.

Alasannya pun beragam, mulai dari untuk menjaga lingkungan, sebagai inisiatif penghematan biaya, hingga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif pada generasi muda.

Nah, jika kamu salah satu yang tertarik menerapkan gaya hidup ini di keseharian kamu, berikut beberapa tips yang bisa segera kamu mulai.

Tips memulai Green Living, lakukan hari ini!

Pilih barang elektronik dengan logo Energy Star
Mengganti peralatan atau elektronik usang dengan model terbaru yang memiliki logo Energy Star, adalah peningkatan green living yang hemat biaya dan tidak memerlukan perubahan gaya hidup.

Usahakan produksi sedikit sampah
Jika kita terbiasa untuk menghasilkan sampah yang cukup banyak di setiap harinya, ada baiknya untuk segera mengurangi kebiasaan itu.

Sebagai permulaan, kita bisa membeli botol air minum isi ulang. Ini akan menghilangkan kebutuhan kita akan air kemasan plastik.

Kita juga bisa menggunakan tas belanja sendiri untuk keperluan belanja, sehingga menghilangkan kebutuhan kantong plastik yang nantinya cuma akan kita buang.

Selain itu, usahakan untuk membayar tagihan secara online atau paperless. Ini bisa mendukung komitmen kamu dalam mempertahankan konsep gaya hidup hijau ramah lingkungan.

Cari sumber makanan yang dekat
Semakin pendek jarak perjalanan makanan dari pusat belanja ke rumah, maka semakin sedikit energi kendaraan yang terpakai untuk perjalanan.

Carilah toko yang lengkap dan dekat untuk mendapatkan banyak keperluan pokok harian.

Kita juga bisa memilih bahan makanan organik yang penanamannya tanpa menggunakan bahan kimia yang merusak ke lingkungan.

Kurangi pemakaian energi dan gunakan produk yang aman untuk lingkungan

Hemat energi
Mematikan lampu di ruangan kosong adalah tip hemat energi yang mendahului gerakan hidup hijau, tetapi tetap menjadi kebiasaan yang baik untuk diikuti bagi yang menjalani gaya hidup green living.

Untuk melakukan ini, kita harus pandai mencari cahaya buatan sebagai pengganti lampu, salah satunya dengan membuka tirai untuk menerima sinar matahari di siang hari.

Untuk petang hari, cobalah untuk menunggu hingga benar-benar gelap sebelum akhirnya menyalakan lampu.

Hilangkan pemborosan energi
Bahkan mereka yang paling berdedikasi untuk green living di rumah akan membuang energi melalui barang-barang rumah tangga yang tidak digunakan.

Jelajahi rumah dan cari keran bocor yang perlu diperbaiki, cabut barang elektronik dan charger yang tidak digunakan.

Komputer yang sudah selesai digunakan, matikan sepenuhnya, jangan biarkan dalam posisi standby. Semua penyesuaian ini akan meningkatkan kualitas green living seseorang.

Gunakan produk pembersih hijau
Setiap orang perlu membersihkan rumah, tetapi beberapa produk pembersih yang dibeli di supermarket dapat memiliki efek negatif pada lingkungan, belum lagi kesehatan diri sendiri.

Sebagai gantinya, kita bisa coba meramu pembersih hijau yang sehat menggunakan barang-barang rumah tangga biasa seperti soda kue dan cuka.

Terapkan juga di luar rumah, dan perkuat komunitas

Gunakan air dingin
Menyesuaikan setelan suhu pemanas air rumah antara 48 sampai 54 derajat Celcius akan mengurangi energi dan biaya.

Sebagai manfaat sampingan, akan lebih ramah lingkungan untuk memilih air dingin daripada panas atau hangat saat mencuci pakaian.

Mengolah halaman hijau
Jangan lupa area di luar rumah ketika mencoba untuk menjalani green living.

Carilah tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, tanam pohon untuk naungan dan penahan angin, serta hindari herbisida dan pestisida yang keras dalam mengolah halaman.

Temukan alternatif untuk membuang barang tidak terpakai
Benda-benda yang tampaknya sudah tidak terpakai oleh kamu, mungkin masih memiliki kegunaan di tangan orang lain.

Sebelum membuang benda tersebut, tentukan apakah benda tersebut dapat didaur ulang, disumbangkan, atau bahkan dijual kepada orang lain.

Terakhir, pertimbangkan apakah barang tersebut dapat digunakan kembali dengan cara tertentu, misalnya mengubah toples menjadi pot bunga atau ban menjadi ayunan.

Gunakan kain daripada kertas
Lebih baik memanfaatkan kaos bekas usang sebagai lap pembersih atau berinvestasilah membeli handuk untuk lap.

Kain menghadirkan alternatif kertas yang lebih ramah lingkungan.

Kain lap bisa bertahan bertahun-tahun, sedangkan kertas bekas langsung dibuang. Gunakan handuk kain untuk aktivitas pembersihan lantai, dan serbet kain untuk meja makan.

Carilah sumber energi hijau
Listrik yang dihasilkan oleh energi angin dan matahari secara dramatis lebih hijau dan ramah lingkungan daripada menggunakan bahan bakar fosil.

Saat ini sumber energi terbarukan mulai berkembang pesat di banyak negara negeri. Itu berarti lebih banyak peluang bagi kamu untuk menggunakan energi hijau di rumah.

Dengan begitu, kamu bisa mendukung lingkungan dengan melakukan green living untuk mengurangi emisi karbon.

Ajak teman dan keluarga untuk menerapkan Green Living

Setiap orang yang bisa kita ajak ke dalam gaya hidup hijau akan melipatgandakan dampak baik pada lingkunganmu.

Ajari anak-anak tentang konservasi di sekitar rumah dan dorong teman serta anggota keluarga lainnya untuk lebih berpikir gaya hidup hijau.

Akan sangat baik jika kita berhasil mengelilingi diri kita dengan komunitas ramah lingkungan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top